Investor Prediksi AI Akan Pangkas Tenaga Kerja pada 2026, Makin Sulit Dapat Kerja?

Oleh: Haidhar Ali Faqih - Senin, 05 Januari 2026 14:20

Penggunaan AI diprediksi makin masif tahun ini dengan banyaknya perusahaan mengadopsinya untuk pekerjaan level pemula.

Kekhawatiran terhadap dampak kecerdasan buatan (AI) di dunia kerja terus meningkat seiring pesatnya perkembangan teknologi dan munculnya berbagai produk yang menjanjikan otomatisasi serta efisiensi. 

Sebuah penelitian dari MIT pada November lalu memperkirakan sekitar 11,7% pekerjaan saat ini sudah dapat diotomatisasi menggunakan AI. 

Selain itu, Berbagai survei juga menunjukkan bahwa perusahaan mulai mengurangi perekrutan tenaga kerja level pemula, bahkan menjadikan AI sebagai alasan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Seiring adopsi AI yang semakin serius di tingkat perusahaan, banyak organisasi diperkirakan akan mengevaluasi kembali kebutuhan jumlah karyawan mereka.

Dalam survei terbaru dari TechCrunch, sejumlah investor modal ventura (VC) di sektor enterprise mengatakan AI akan memberikan dampak signifikan terhadap tenaga kerja pada 2026.