×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Hampir Separuh Penerima Kredit Pertama Kredivo Perempuan, Akses Modal Usaha Makin Terbuka

Oleh: Tek ID - Jumat, 30 Oktober 2026 21:45

Sebanyak 48 persen penerima kredit pertama Kredivo adalah perempuan. Akses pembiayaan produktif turut membuka peluang modal usaha dan kemandirian ekonomi.

Hampir Separuh Penerima Kredit Pertama Kredivo Perempuan Penggunaan aplikasi Kredivo. dok. Kredivo

Perempuan menyumbang 48 persen dari total pengguna yang memperoleh akses kredit pertama melalui Kredivo. 

Temuan ini menunjukkan semakin terbukanya akses pembiayaan bagi perempuan, termasuk untuk mengembangkan usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi.

Berdasarkan Laporan Dampak Sosial dan Ekonomi Kredivo, perempuan juga mencakup 48 persen penerima kredit usaha melalui platform tersebut. 

Penelitian yang sama menemukan adanya hubungan positif antara akses kredit produktif dan meningkatnya peran perempuan dalam pengambilan keputusan keuangan rumah tangga.

Perluasan akses pembiayaan ini menjadi penting mengingat perempuan masih menghadapi sejumlah hambatan dalam memperoleh kredit formal, mulai dari keterbatasan agunan, riwayat kredit, hingga dokumen pendapatan.

Data Bank Dunia pada 2020 menyebutkan sekitar 60 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dimiliki perempuan. 

Namun, keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi salah satu tantangan dalam pengembangan usaha mereka.

Chief Marketing Officer Kredivo Indina Andamari mengatakan akses kredit yang sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial dapat membantu perempuan mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

"Akses kredit yang sesuai kebutuhan dan kemampuan dapat menjadi salah satu enabler bagi perempuan untuk mengembangkan usaha, memperkuat kemandirian ekonomi, hingga berdampak pada kesejahteraan keluarga," ujar Indina dalam keterangan tertulis.

Secara keseluruhan, jumlah masyarakat yang memperoleh akses kredit pertama melalui Kredivo meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan 2019.

Peningkatan tersebut juga diikuti perubahan pemanfaatan pembiayaan. Pada 2025, sebanyak 54 persen kredit yang disalurkan Kredivo digunakan untuk kebutuhan produktif, sedangkan jumlah pengguna yang memanfaatkan kredit sebagai modal usaha meningkat hingga 15 kali lipat dibandingkan 2019.

Wakil Kepala Bidang Penelitian dan Pelatihan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LD FEB UI), Paksi Walandouw, menilai perluasan akses kredit dapat memberikan manfaat lebih luas bagi perempuan, terutama dalam pengelolaan sumber daya ekonomi.

"Hal ini menjadi indikasi positif bagi inklusi keuangan, mengingat akses terhadap sumber daya ekonomi dapat memengaruhi posisi tawar perempuan, baik dalam keluarga maupun aktivitas ekonomi yang lebih luas," kata Paksi.

Menurutnya, keberhasilan inklusi keuangan tidak cukup hanya diukur dari jumlah masyarakat yang memperoleh pembiayaan, tetapi juga dari kemampuan mereka memanfaatkan akses tersebut untuk mengambil keputusan ekonomi secara mandiri.

Di sisi lain, Kredivo menekankan pentingnya penggunaan kredit secara bertanggung jawab agar perluasan akses pembiayaan tidak menimbulkan risiko keuangan baru bagi pengguna.

Laporan yang sama mencatat 65,7 persen pengguna Kredivo masuk kategori memiliki literasi keuangan yang baik (well-literate). 

Kredivo juga menjalankan sejumlah program edukasi, antara lain Generasi Djempolan, Kredinspirasi, #AutoMikir, #AndaiAndaPandai, dan KrediCast.

"Semakin luas akses yang terbuka, semakin penting memastikan pertumbuhannya tetap sehat. Karena itu, perluasan inklusi perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan dan penerapan responsible lending," ujar Indina.

Berita Terkait

×
back to top