Riset Lark: Ambisi AI Perusahaan Indonesia Terhambat Kesiapan Digital dan Pengalaman Karyawan
Riset Lark mengungkap hanya 19% perusahaan Indonesia yang matang secara digital, sementara kesenjangan pengalaman karyawan menghambat adopsi AI.
Perusahaan di Indonesia semakin agresif mengadopsi kecerdasan buatan (AI), namun kesiapan organisasi dinilai belum mampu mengimbangi ambisi tersebut.
Laporan terbaru dari Lark mengungkap hanya 19% perusahaan di Indonesia yang menilai dirinya telah mencapai tingkat kematangan digital, sementara lebih dari separuh organisasi masih berada pada tahap awal eksperimen AI.
Temuan itu dipublikasikan dalam laporan "The Paradox of Progress – Why a Broken Employee Experience is Sabotaging Adoption of AI in the Workplace", yang disusun berdasarkan survei terhadap 900 perusahaan dan lebih dari 5.000 karyawan di enam negara Asia Tenggara.
Laporan tersebut menyoroti adanya kesenjangan yang semakin lebar antara ambisi pimpinan perusahaan mengadopsi AI dengan pengalaman kerja karyawan yang masih terfragmentasi.
Di Indonesia, sembilan dari sepuluh perusahaan mengaku aktif membangun budaya yang terbuka terhadap perubahan teknologi. Namun, transformasi digital selama ini dinilai lebih berfokus pada pengembangan sistem dibandingkan pengalaman manusia yang menggunakannya.