Riset : 40% Organisasi di Indonesia Belum Siap Infrastruktur AI, Berisiko Gagal Maksimalkan Nilai Bisnis

Oleh: Tek ID - Kamis, 29 Januari 2026 11:05

Riset Cisco menilai 40% organisasi Indonesia belum siap infrastruktur AI. Ketertinggalan jaringan, daya, dan keamanan berisiko menghambat nilai AI.

Sekitar 40% organisasi di Indonesia dinilai belum siap dari sisi infrastruktur pendukung kecerdasan buatan (AI). 

Kondisi ini berpotensi membuat investasi dan penerapan AI tidak menghasilkan nilai optimal, bahkan menimbulkan risiko operasional dan keamanan di masa depan.

Temuan tersebut diungkap Cisco dalam ajang Cisco Connect Indonesia 2026, bersamaan dengan peluncuran Cisco AI Readiness Index 2025. Laporan bertajuk “AI Infrastructure Debt” itu menggambarkan ketertinggalan kesiapan infrastruktur AI yang akan menjadi beban jangka panjang jika tidak segera dibenahi.

Cisco menilai, banyak organisasi bergerak cepat mengadopsi AI, termasuk agen AI otonom. Namun, fondasi infrastrukturnya belum siap. Hanya 29% organisasi di Indonesia yang menilai jaringan mereka sudah optimal untuk mendukung beban kerja AI. 

Selain itu, 43% mengaku masih kekurangan infrastruktur daya, padahal hampir separuh memperkirakan beban kerja AI akan meningkat lebih dari 50% dalam beberapa tahun ke depan.