JLM Hadirkan INSIGHT, Kabel Bawah Laut 30 Tbps yang Hubungkan Jakarta–Singapura
JLM memperkenalkan INSIGHT, kabel bawah laut Jakarta–Batam–Singapura sepanjang 1.123 km dengan kapasitas 30 Tbps untuk mendukung pusat data dan AI.
JLM memperkenalkan INSIGHT. dok. Jala Lintas Media
PT Jala Lintas Media (JLM) memperkenalkan INSIGHT, infrastruktur jaringan utama atau backbone kabel bawah laut sepanjang 1.123 kilometer yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura.
Infrastruktur ini dirancang dengan kapasitas hingga 30 terabit per detik (Tbps) untuk mendukung kebutuhan konektivitas internasional Indonesia.
Kehadiran INSIGHT sekaligus menandai ekspansi JLM Group dari penyedia infrastruktur konektivitas domestik menuju pasar kapasitas jaringan internasional, khususnya untuk pelanggan wholesale seperti operator telekomunikasi, penyedia layanan internet (ISP), dan pengelola pusat data.
Pengembangan jaringan tersebut dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan pertukaran data lintas negara yang didorong pertumbuhan kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud computing), pusat data (data center), serta berbagai layanan digital.
- Bnetfit Fiber dan Vidio Hadirkan Paket Internet Plus Streaming Mulai Rp229.000
- ZTE dan MoraRepublic Perluas Broadband Indonesia, Siapkan Pengembangan FWA dan FTTH Berbasis AI
- Biznet Tingkatkan Kapasitas Kabel Bawah Laut, Siap Hadirkan Internet 400G untuk Era AI
- Ericsson Soroti Urgensi 5G, Kunci Percepat Ekonomi Digital Indonesia Menuju 2045
CEO PT Jala Lintas Media Victor Irianto mengatakan INSIGHT menjadi bagian dari strategi untuk memperluas jangkauan infrastruktur konektivitas sekaligus mendukung perkembangan ekosistem digital regional.
"INSIGHT menjadi salah satu milestone penting dalam perjalanan JLM Group untuk berkembang dari penyedia infrastruktur konektivitas domestik menjadi pemain infrastruktur dengan jangkauan internasional," ujar Victor di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
"Melalui INSIGHT, kami menghadirkan tambahan kapasitas dan jalur konektivitas yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura sekaligus mendukung perkembangan ekosistem digital di kawasan," imbuhnya.
INSIGHT dikembangkan untuk melayani kebutuhan konektivitas berkapasitas besar, terutama bagi perusahaan yang membutuhkan pertukaran data lintas negara dengan jaringan yang andal.
Melalui jalur Jakarta–Batam–Singapura, infrastruktur tersebut menawarkan tambahan pilihan rute jaringan atau route diversity, sekaligus mendukung redundansi untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu jalur konektivitas.
Kemampuan ini menjadi penting bagi operator telekomunikasi, penyedia layanan cloud, dan pengelola pusat data yang membutuhkan koneksi stabil untuk menangani lalu lintas data dalam jumlah besar.
JLM menyebut INSIGHT mendukung layanan International Private Leased Circuit (IPLC), IP Transit, serta Wavelength.
Ketiganya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konektivitas operator, ISP, penyedia infrastruktur digital, dan pelanggan wholesale lainnya.
Selain konektivitas internasional, INSIGHT juga dirancang untuk mendukung kebutuhan hyperscale data center, yakni pusat data berskala besar yang membutuhkan kapasitas jaringan tinggi dan dapat terus ditingkatkan seiring pertumbuhan trafik.
Infrastruktur tersebut dipersiapkan untuk mendukung interkoneksi serta distribusi trafik ke berbagai pusat data di Jakarta, termasuk kebutuhan layanan digital dan komputasi berbasis AI.
"INSIGHT kami hadirkan untuk menjawab kebutuhan konektivitas yang terus berkembang, termasuk pertumbuhan hyperscale data center dan kebutuhan interkoneksi antar-data center," kata Victor.
Menurut dia, pengembangan INSIGHT tidak hanya berorientasi pada penambahan infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi bisnis JLM Group menuju pasar konektivitas regional.
"Kami ingin memberikan pilihan konektivitas yang lebih beragam bagi pelanggan wholesale sekaligus membangun fondasi untuk pertumbuhan JLM Group di pasar internasional," ujarnya.
Singapura merupakan salah satu pusat layanan digital, komputasi awan, dan infrastruktur pusat data di Asia Tenggara.
Posisi tersebut menjadikan konektivitas Indonesia–Singapura penting bagi pertukaran data internasional.
Melalui INSIGHT, JLM menambah pilihan jalur yang dapat digunakan penyedia layanan digital untuk menghubungkan jaringan di Indonesia dengan infrastruktur internasional melalui Singapura.
JLM menekankan tiga kemampuan utama jaringan tersebut, yakni keberagaman rute, redundansi yang lebih kuat, serta kapasitas yang dapat ditingkatkan mengikuti pertumbuhan kebutuhan pelanggan.
Dengan panjang kabel 1.123 kilometer dan kapasitas hingga 30 Tbps, INSIGHT diposisikan sebagai infrastruktur pendukung bagi layanan internet berkapasitas besar, interkoneksi pusat data, dan kebutuhan jaringan korporasi.
Pengembangan INSIGHT juga melengkapi portofolio bisnis JLM Group yang telah menyediakan berbagai layanan teknologi informasi dan komunikasi sejak 2009.
Saat ini, ekosistem bisnis JLM mencakup Bnetfit untuk layanan konektivitas residensial dan bisnis, Dedicated Internet bagi pelanggan korporasi, Mahavira untuk layanan pengelolaan infrastruktur ICT, serta NexByte yang berfokus pada solusi pusat data dan jaringan.









