Ilmuwan kembangkan cara baru perangi gangguan penglihatan

Oleh: Hieronimus Patardo - Kamis, 15 Nov 2018 21:30 WIB

Penyakit penurunan kemampuan mata seperti glaukoma bisa dialami oleh siapa saja. Gangguan pengelihatan ini dinobatkan sebagai penyebab kebutaan kedua terbesar di dunia.

source : pexel

Saat ini, gangguan pengelihatan banyak diatasi dengan menggunakan obat tetes mata. Sayangnya, obat tetes tidak dapat mendstribusikan obat dalam jumlah yang besar. Kendala lain pun dapat muncul. Beberapa orang dinilai tidak cocok menggunakan obat tetes mata dalam jangka waktu yang panjang.

Untuk mengatasi batasan tersebut, sejumlah ilmuwan di Singapura berhasil menemukan cara baru untuk mengobati gangguan pengelihatan. Alih-alih menggunakan obat tetes mata, sekelompok ilmuwan ini mengandalkan sebuah plester dengan sejumlah jarum yang dapat larut.

Plester ini nantinya akan diletakkan di mata penderita gangguan pengelihatan, kemudian diangkat. Proses ini akan meninggalkan sejumlah jarum mikro yang menempel di kornea penderita.

Jarum tersebut didesain dengan dua lapisan. Lapisan luar akan memberikan obat dengan dosis normal layaknya obat tetes mata. Sementara lapisan dalam akan memberikan dosis obat tambahan selama beberapa hari. Menurut Chen Peng, seorang profesor Biomedical di Nanyang Technological University, cara ini dinilai lebih efektif dalam mentransfer sejumlah obat ke dalam mata.

 
“Dengan tekanan kecil pada plester ini, sejumlah jarum di dalamnya akan masuk ke permukaan ocular mata dan berperan layaknya cadangan obat.  Pelepasan obat tersebut akan meningkatkan efisiensi terapeutik.” ungkap Chen Peng.

Tag