×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

AI Mulai Digunakan Bantu Bidan Pantau Risiko Kehamilan, Diuji di 4 Kabupaten

Oleh: Tek ID - Senin, 31 Agustus 2026 10:55

AI diuji untuk membantu bidan mendigitalisasi Buku KIA, memantau risiko kehamilan, dan mengirim informasi kesehatan kepada ibu hamil.

AI Mulai Digunakan Bantu Bidan Pantau Risiko Kehamilan Demonstrasi pemanfaatan AI dalam membantu ibu hamil dan bidan. dok. SUMMIT

Teknologi kecerdasan buatan (AI) diuji untuk membantu bidan mengelola data kesehatan ibu hingga memantau risiko kehamilan di empat kabupaten di Indonesia. 

Teknologi tersebut dikembangkan melalui kolaborasi lembaga Indonesia dan Australia untuk mendukung pelayanan kesehatan primer, khususnya kesehatan ibu dan anak.

Pengembangan dilakukan melalui AI in Health Care Project yang melibatkan Summit Institute for Development (SUMMIT), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), CSIRO Australia, dan Universitas Mataram (UNRAM), dengan dukungan KONEKSI–Australia-Indonesia Knowledge Partnership.

Teknologi tersebut telah diimplementasikan dan diuji dalam konteks pelayanan kesehatan sehari-hari di empat wilayah, yakni Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Garut. 

Proyek tersebut berangkat dari persoalan pengelolaan data kesehatan ibu di layanan primer yang sebagian masih tercatat secara manual. 

Kondisi itu membuat data yang sebenarnya telah tersedia belum selalu dapat diolah secara optimal untuk membantu tenaga kesehatan memberikan pelayanan.

Untuk menjawab persoalan tersebut, dikembangkan tiga teknologi yang saling terhubung, yakni Bunda Optical Character Recognition (OCR), AI Predictive Dashboard, dan AI Personalized Message.

Bunda OCR digunakan untuk membantu bidan mendigitalisasi informasi yang tercatat dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). 

Teknologi OCR memungkinkan tulisan dalam dokumen kesehatan dikonversi menjadi data digital sehingga mengurangi kebutuhan pemindahan data secara manual.

Setelah tersedia dalam format digital, data tersebut dapat dimanfaatkan melalui AI Predictive Dashboard. 

Sistem ini dirancang sebagai decision-support tool atau alat bantu pengambilan keputusan bagi tenaga kesehatan.

Dashboard menyajikan informasi mengenai kehamilan dan hasil prediksi risiko dalam format yang lebih mudah dipantau. 

Informasi tersebut dapat membantu bidan melihat kondisi pasien, mengidentifikasi ibu hamil yang membutuhkan perhatian lebih, menentukan prioritas pelayanan, hingga mendukung tindak lanjut.

Meski menggunakan AI untuk menghasilkan prediksi risiko, teknologi tersebut ditempatkan sebagai alat bantu bagi tenaga kesehatan, bukan sebagai pengganti peran bidan maupun tenaga medis dalam mengambil keputusan pelayanan.

CEO Summit Institute for Development Yuni Dwi Setiyawati mengatakan pengembangan teknologi tersebut dilatarbelakangi banyaknya data kesehatan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

“Banyak data kesehatan yang tersebar, namun seringkali belum dimanfaatkan secara optimal. Inilah yang memotivasi kita untuk mencari cara bagaimana mendigitalisasi data manual agar dapat diolah dan dimanfaatkan untuk membantu tenaga kesehatan memberikan respons yang lebih cepat,” ujar Yuni.

Pemanfaatan AI dalam proyek ini juga menyasar komunikasi langsung dengan ibu hamil melalui AI Personalized Message. 

Sistem menggunakan WhatsApp untuk membantu menyampaikan informasi, edukasi, dan pesan kesehatan yang disesuaikan berdasarkan informasi yang tersedia mengenai ibu hamil.

Pendekatan tersebut dirancang agar pemanfaatan teknologi tidak berhenti pada pengolahan data. Ketiga sistem membentuk satu rangkaian, mulai digitalisasi informasi Buku KIA menggunakan OCR, pengolahan data untuk membantu tenaga kesehatan, hingga penyampaian informasi kepada ibu hamil.

Hasil implementasi di Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, dan Garut kemudian menjadi bahan untuk melihat bagaimana teknologi tersebut bekerja ketika digunakan dalam pelayanan kesehatan sehari-hari.

Studi penilaian dampak juga dilakukan selama proyek untuk melihat pengalaman pengguna, pemanfaatan perangkat dalam proses pelayanan, serta berbagai pembelajaran yang muncul dari penerapan teknologi di lapangan.

Pengembangan AI untuk kesehatan primer masih menghadapi sejumlah tantangan. Selain kesiapan infrastruktur dan ekosistem digital, penerapannya membutuhkan sumber daya manusia yang memadai serta kualitas dan tata kelola data yang dapat mendukung penggunaan teknologi secara aman dan efektif.

Kolaborasi lintas sektor juga dinilai penting agar pemanfaatan AI tetap menempatkan tenaga kesehatan dan kebutuhan masyarakat sebagai bagian utama dari pelayanan.

Pembelajaran dari implementasi di empat kabupaten tersebut selanjutnya diharapkan dapat menjadi salah satu dasar pengembangan teknologi AI yang lebih luas untuk mendukung pelayanan kesehatan primer di Indonesia.

×
back to top