Tanda Tangan Digital di Privy Melesat 250%, Literasi Penggunaannya Terus Ditingkatkan
Privy catat lonjakan tanda tangan digital 250% di 2026. Penggunaan naik pesat, namun literasi dan edukasi masih jadi tantangan.
Lonjakan penggunaan tanda tangan elektronik di Indonesia semakin terasa di awal 2026. Privy mencatat aktivitas tanda tangan digital di platformnya melonjak hampir 250 persen secara tahunan pada kuartal I-2026, menembus lebih dari 32 juta transaksi.
Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun lalu jumlahnya masih berada di kisaran 10 juta.
Kenaikan tajam ini menunjukkan perubahan cara masyarakat dan pelaku usaha dalam mengelola dokumen. Proses yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari kini mulai bergeser ke sistem digital yang lebih cepat dan praktis.
CEO Privy Marshall Pribadi mengatakan tren ini tak lepas dari kebutuhan akan efisiensi dan keamanan dalam administrasi.
“Selain fleksibilitas dan kemudahan yang mendorong masyarakat semakin beralih ke tanda tangan elektronik, keabsahan hukum serta jaminan keamanan menjadi faktor pendorong pencapaian Privy,” ujarnya.