×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Rumput Laut Sulawesi Selatan Dibidik Jadi Bahan Pengganti Plastik, Uluu Masuk Indonesia

Oleh: Tek ID - Minggu, 06 September 2026 21:05

Uluu masuk Indonesia dan membangun rantai pasok rumput laut Sulawesi Selatan untuk dikembangkan menjadi material alternatif plastik.

Rumput Laut Sulawesi Selatan Dibidik Jadi Pengganti Plastik Pengiriman rumput laut dari Sulawesi Selatan untuk diujicoba menjadi pengganti plastik. dok. Uluu Indonesia

Rumput laut dari Sulawesi Selatan mulai dikembangkan sebagai bagian dari rantai pasok material alternatif untuk menggantikan plastik berbasis fosil. 

Perusahaan bioteknologi asal Australia, Uluu, resmi mendirikan PT Uluu Solusi Indonesia sekaligus memulai pengembangan rantai pasok rumput laut yang dapat ditelusuri hingga ke tingkat pembudi daya.

Kehadiran Uluu di Indonesia menjadi bagian dari upaya mengembangkan material berbasis rumput laut sebagai alternatif plastik konvensional.

Indonesia dipilih karena posisinya sebagai produsen rumput laut terbesar kedua di dunia.

Uluu menunjuk Dian Kurniawati sebagai Presiden Direktur PT Uluu Solusi Indonesia, sedangkan Boedi Sardjana Julianto dipercaya menjadi Komisaris.

“Sebagai produsen rumput laut terbesar kedua di dunia, Indonesia memiliki peran penting dalam misi Uluu untuk menggantikan plastik berbasis fosil dengan material yang terbuat dari rumput laut,” kata Dian.

Menurut dia, keberadaan entitas Uluu di Indonesia juga diarahkan untuk membangun kemitraan lokal sekaligus memastikan ketertelusuran dan praktik budi daya yang bertanggung jawab diterapkan sejak awal rantai pasok.

“Melalui Uluu Indonesia, kami ingin membangun kemitraan lokal yang kuat serta memastikan bahwa ketertelusuran, praktik budi daya yang bertanggung jawab, dan manfaat bagi masyarakat pembudi daya rumput laut menjadi bagian dari rantai pasok kami sejak awal,” ujarnya.

Salah satu langkah awal dilakukan melalui pengiriman perdana rumput laut yang dapat ditelusuri dari CV Persada Semesta di Sulawesi Selatan.

Uluu bekerja sama dengan perusahaan teknologi pertanian Koltiva untuk mencatat perjalanan komoditas tersebut secara digital. 

Pencatatan dilakukan mulai dari tingkat pembudi daya, proses pengolahan, hingga tahap pengiriman.

Sistem tersebut memungkinkan asal dan perjalanan bahan baku yang nantinya digunakan Uluu dapat ditelusuri sepanjang rantai pasok.

“Ketertelusuran membantu kami memahami dan meningkatkan setiap tahapan rantai pasok, mulai dari pembudi daya hingga pengiriman akhir,” kata General Manager CV Persada Semesta Indra Santoso.

“Kami bangga dapat bekerja sama dengan Uluu dan Koltiva dalam proyek percontohan ini dan berharap dapat memperluasnya untuk terus memberikan nilai tambah bagi masyarakat pembudi daya kami,” imbuhnya.

Bagi Uluu, ketertelusuran menjadi bagian penting karena rumput laut merupakan bahan dasar material yang dikembangkan perusahaan.

“Rumput laut merupakan bahan dasar material kami, sehingga cara rumput laut dibudidayakan dan lokasi budi dayanya sangat penting. Dengan adanya tim di Indonesia, kami dapat bekerja secara langsung dengan mitra lokal dan para pembudi daya seiring dengan berkembangnya bisnis kami. Kami antusias melihat apa yang dapat kita bangun bersama,” kata Co-founder dan Co-CEO Uluu Julia Reisser.

Selain membangun sistem ketertelusuran, Uluu menggandeng Seafood Savers, platform inisiatif WWF-Indonesia, untuk menjalankan Aquaculture Improvement Program (AIP) di Luwu, Sulawesi Selatan.

Program tersebut dilaksanakan bersama CV Persada Semesta dan diarahkan untuk memperbaiki praktik budi daya serta sistem pengelolaan agar sejalan dengan Standar Rumput Laut ASC-MSC.

Standar tersebut menjadi acuan produksi rumput laut yang bertanggung jawab dari aspek lingkungan maupun sosial.

Jika proses tersebut berhasil mencapai sertifikasi, Uluu dan mitranya menargetkan pengembangan rantai pasok rumput laut bersertifikat ASC-MSC pertama di Indonesia.

Artinya, bahan baku tidak hanya dapat diketahui asal-usul dan perjalanannya, tetapi juga berpeluang memperoleh verifikasi independen atas praktik produksi yang diterapkan.

Namun, program tersebut masih berada pada tahap awal. Uluu memilih memulai dari proyek percontohan sebelum sistem diterapkan dalam skala yang lebih luas.

“Ini masih merupakan langkah awal bagi kami di Indonesia. Kami memulainya melalui proyek percontohan yang terfokus, belajar bersama para mitra, dan menyempurnakan sistem sebelum memperluasnya ke jaringan yang lebih luas,” kata Dian.

×
back to top