×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Umrah Mandiri Makin Dilirik, Pencarian Layanan di Safaraya Naik 7 Kali Lipat

Oleh: Tek ID - Selasa, 08 September 2026 14:50

Pencarian layanan Umrah mandiri di Safaraya naik tujuh kali lipat, didominasi kebutuhan visa, hotel, transportasi dan dokumen.

Pencarian Layanan di Safaraya Naik 7 kali Lipat Booth Safaraya di Muslim Fest 2026. dok. Flip

Pilihan masyarakat untuk mengatur perjalanan umrah secara lebih mandiri mulai menunjukkan pertumbuhan. 

Safaraya, platform layanan umrah dari Flip, mencatat pencarian terhadap komponen perjalanan umrah secara terpisah meningkat hingga tujuh kali lipat dibandingkan musim sebelumnya.

Visa dan layanan terkait SISKOPATUH, akomodasi hotel, hingga transportasi antarkota menjadi beberapa kebutuhan yang paling banyak dicari pengguna Safaraya.

Perubahan tersebut muncul setelah regulasi di Indonesia membuka pilihan bagi masyarakat untuk melaksanakan umrah secara mandiri. 

Meski menawarkan fleksibilitas lebih besar, skema ini membuat jemaah perlu memahami sendiri berbagai kebutuhan perjalanan, mulai dari perhitungan biaya, visa dan dokumen, penerbangan, penginapan hingga ketentuan yang berlaku.

Tren perjalanan umrah secara global juga terus berkembang. Data General Authority for Statistics Arab Saudi yang dikutip perusahaan mencatat sebanyak 6,52 juta jemaah umrah internasional pada kuartal I 2025, meningkat 10,7% dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.

Arab Saudi pada saat yang sama terus memperluas digitalisasi layanan umrah, antara lain melalui Nusuk Umrah yang memungkinkan jemaah internasional mengakses dan memilih sejumlah layanan perjalanan secara digital.

Melihat perubahan tersebut, Safaraya memperluas layanan agar jemaah dapat memilih berbagai kebutuhan perjalanan secara terpisah.

Platform yang diluncurkan Flip pada 2025 itu menyediakan Kalkulator Umrah untuk memperkirakan biaya berdasarkan komponen yang dipilih.

Pengguna juga dapat mengakses kebutuhan penerbangan, hotel, visa, mutawwif, hingga layanan terkait SISKOPATUH melalui mitra Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sesuai ketentuan yang berlaku.

Chief Executive Officer dan Co-Founder Flip Rafi Putra Ariyyan mengatakan semakin banyak jemaah menginginkan fleksibilitas dalam menyiapkan perjalanan umrah.

“Kami melihat semakin banyak jemaah menginginkan fleksibilitas dan kendali lebih besar dalam mempersiapkan Umrah. Safaraya hadir untuk membantu proses tersebut menjadi lebih mudah dan tetap aman, sehingga jemaah dapat lebih fokus mempersiapkan ibadah dengan tenang,” ujar Rafi.

Menurut dia, prinsip transparansi yang selama ini diterapkan Flip juga dibawa ke dalam pengembangan Safaraya, terutama agar pengguna dapat memahami pilihan dan kebutuhan perjalanan sebelum berangkat.

Selain melalui platform digital, Safaraya menyediakan konsultasi tatap muka, WhatsApp dan hotline serta kegiatan edukasi untuk membantu pengguna memperoleh informasi mengenai proses perjalanan, dokumen maupun layanan yang diperlukan.

Minat terhadap informasi mengenai umrah mandiri juga terlihat saat Safaraya mengikuti Muslim Life Fest 2026. 

Menurut Safaraya, ribuan pengunjung mendatangi layanan mereka selama tiga hari untuk mencari informasi, terutama mengenai estimasi biaya, visa, dokumen dan SISKOPATUH.

Chief Executive Officer Muassasah Bawabet Al Miqat Ahmed Tolba menilai jemaah yang merencanakan umrah secara mandiri kini cenderung ingin memahami setiap tahapan perjalanan dengan lebih detail.

“Fleksibilitas tersebut tetap perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai administrasi, SISKOPATUH, dan ketentuan perjalanan yang berlaku. Untuk kebutuhan yang memerlukan penyedia berizin, penting bagi jemaah memastikan prosesnya dilakukan melalui pihak yang memiliki kompetensi dan perizinan yang sesuai,” kata Ahmed.

Menurut Rafi, bertambahnya pilihan untuk merencanakan umrah secara mandiri tidak serta-merta menghilangkan peran penyelenggara perjalanan umrah. Sebaliknya, platform, penyedia layanan berizin, dan jemaah tetap perlu terhubung agar fleksibilitas berjalan beriringan dengan transparansi dan perlindungan.

“Ke depannya, Flip akan terus berkembang untuk menjawab kebutuhan pengguna, baik dalam layanan keuangan maupun berbagai layanan lain yang membutuhkan tingkat kepercayaan tinggi,” ujar Rafi.

×
back to top