Studi : 80 Persen Mitra Pengemudi Jadikan Grab Penghasilan Sampingan
Grab ungkap mayoritas mitra jadikan ojol penghasilan sampingan dan bagikan 105 paket umrah gratis di Ramadan 2026.
Ekosistem layanan on-demand semakin menjadi tulang punggung ekonomi digital Indonesia. Grab Indonesia memaparkan data terbaru yang menunjukkan bahwa fleksibilitas tetap menjadi fondasi utama model gig economy, dengan mayoritas mitra memilih menjadikan platform sebagai sumber penghasilan sampingan.
Sejak hadir pada 2014, Grab telah menjangkau lebih dari 300 kota dan kabupaten. Studi ITB (2023) mencatat industri ride-hailing dan pengantaran online berkontribusi Rp382,62 triliun atau sekitar 2% terhadap PDB Indonesia pada 2022.
Sementara itu, riset Oxford Economics (2024) menyebut Grab berkontribusi sekitar 50% di industri transportasi dan pengantaran online.
Data internal Grab per Desember 2025 menunjukkan total mitra pengemudi terdaftar mencapai 3,7 juta orang. Namun, mitra yang aktif menyelesaikan minimal satu order per bulan berkisar 700–800 ribu atau sekitar 19–22% dari total terdaftar. Angka ini fluktuatif dan mencerminkan karakter alami gig economy: partisipasi bersifat fleksibel dan mengikuti kebutuhan individu.
Mayoritas mitra memang memanfaatkan Grab sebagai penghasilan tambahan. Lebih dari 80% Mitra Pengemudi Roda 2 dan sekitar 67% Mitra Pengemudi Roda 4 menjadikan platform ini sebagai sumber pendapatan sampingan.