×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Dari Kamera hingga Radar, Ini Cara Mobil Modern Membantu Cegah Kecelakaan

Oleh: Tek ID - Minggu, 09 Agustus 2026 16:15

GIIAS 2026 menyoroti teknologi keselamatan kendaraan dari kamera, radar, sensor hingga pengereman untuk membantu pengemudi mengenali risiko.

Ini Cara Mobil Modern Membantu Cegah Kecelakaan Sejumlah teknologi keselamatan berkendara dari Bosch ditampikan di GIIAS 2026. dok. Bosch

Industri otomotif mulai memasuki fase baru. Persaingan kendaraan tidak lagi hanya ditentukan oleh tenaga mesin, efisiensi bahan bakar, atau desain, tetapi juga oleh kemampuan mobil mengenali potensi bahaya dan membantu pengemudi mencegah kecelakaan.

Arah tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Tema Eye of the Future menempatkan teknologi kendaraan sebagai bagian penting dari masa depan mobilitas, termasuk sistem keselamatan yang mampu membaca lingkungan sekitar dalam waktu sangat singkat.

Vice Compartment Future Automotive Technology & Renewable Energy Gaikindo Ardhana Wiranata mengatakan perkembangan industri otomotif ke depan akan semakin ditentukan oleh kemampuan teknologi membantu mengurangi risiko kecelakaan.

"Perkembangan teknologi terus mendorong budaya berkendara yang semakin aman, nyaman, dan efisien. Karena itu, tantangan industri ke depan bukan hanya menghadirkan teknologi yang semakin canggih, tetapi juga memastikan manfaatnya dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat," ujar Ardhana.

Salah satu gambaran mengenai sistem tersebut ditampilkan melalui Booth Safety & Advanced Technology Gaikindo bersama Bosch Indonesia. 

Di area tersebut, pengunjung dapat melihat bagaimana kamera, radar, sensor, perangkat komputasi, hingga sistem pengereman bekerja sebagai satu rangkaian untuk membantu kendaraan membaca dan merespons risiko.

Director of Mobility Solution Bosch Indonesia Bernard Simanjuntak mengatakan teknologi keselamatan tidak lagi sekadar menambah fitur, tetapi harus mampu bekerja secara tepat dalam kondisi lalu lintas yang semakin kompleks.

"Perkembangan teknologi keselamatan bukan lagi sekadar tentang menambah fitur pada kendaraan. Tantangan berikutnya adalah memastikan teknologi dapat memberikan dukungan yang tepat pada situasi yang tepat, terutama ketika kondisi berkendara dan interaksi antar pengguna jalan semakin kompleks," ujar Bernard.

Bosch menjelaskan sistem keselamatan modern melalui tiga tahapan utama, yakni Sense, Think, dan Act.

Pada tahap Sense, kendaraan memanfaatkan sejumlah perangkat sebagai “mata” tambahan. Multi-Purpose Camera digunakan untuk mengenali marka jalan dan pengguna jalan lain, Radar Sensor mengukur jarak serta kecepatan objek, sedangkan Ultrasonic Sensor mendeteksi benda dalam jarak dekat.

Informasi tersebut kemudian masuk ke tahap Think, saat sistem komputasi mengolah data dari berbagai sensor. 

Perangkat lunak menganalisis perubahan kondisi di sekitar kendaraan, memperkirakan potensi risiko, dan menentukan apakah kendaraan perlu memberikan respons tertentu.

Proses analisis tersebut berlangsung dalam hitungan milidetik. Semakin cepat risiko dikenali, semakin besar peluang sistem memberikan bantuan sebelum situasi berkembang menjadi kecelakaan.

Tahap berikutnya adalah Act. Ketika risiko tabrakan meningkat dan waktu pengemudi untuk bereaksi semakin sempit, Integrated Power Brake membantu menghasilkan respons pengereman secara cepat dan presisi.

Sistem tersebut bukan dimaksudkan untuk menggantikan pengemudi, melainkan menjadi lapisan bantuan tambahan ketika terjadi kondisi darurat.

Pendekatan ini menunjukkan pergeseran teknologi keselamatan kendaraan. Jika sebelumnya sistem keselamatan banyak dirancang untuk mengurangi dampak setelah kecelakaan terjadi, teknologi modern semakin diarahkan untuk mengenali dan mengantisipasi bahaya sebelum benturan.

Arah tersebut juga sejalan dengan agenda peningkatan keselamatan jalan. Target keselamatan global mendorong kendaraan memenuhi standar yang lebih tinggi pada 2030, sementara di Indonesia keselamatan kendaraan dan pengguna jalan menjadi bagian dari pilar utama Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Gaikindo menilai perkembangan teknologi tersebut perlu dibarengi peningkatan kemampuan industri dalam memahami, mengembangkan, dan menguasai sistem keselamatan kendaraan.

Pemeliharaan juga menjadi bagian penting karena sensor, sistem pengereman, maupun komponen lain harus tetap bekerja optimal sepanjang masa penggunaan kendaraan.

Bosch melalui divisi Mobility Aftermarket turut menghadirkan berbagai komponen pendukung keselamatan berkendara, seperti wiper, klakson, busi, filter, lampu, dan sejumlah komponen otomotif lainnya.

Tag

Tagar Terkait

×
back to top