ViBi Cloud luncurkan solusi cloud untuk UMKM dan bisnis menegah

ViBi Cloud mengklaim jika para bisnis UMKM dan usaha menengah yang menggunakan layanan mereka akan mendapatkan efisiensi pengeluaran 30 persen.

ViBi Cloud luncurkan solusi cloud untuk UMKM dan bisnis menegah ViBi Cloud

Pemerintah Indonesia saat ini sedang menggadang-gadang proses transformasi industri untuk menjadi Industry 4.0. Namun, hal ini tidak akan bisa terjadi jika tidak ada perusahaan yang membawa inovasi untuk mengaktifkan Industry 4.0.

Melihat tantangan ini, ViBi Cloud pun mencoba menawarkan layanan bagi perusahaan yang ingin melakukan transformasi digital. Salah satunya adalah dengan meluncurkan Business-Ready Solution.


BACA JUGA

Red Hat Hybrid Cloud System tawarkan inovasi kompetitif

Pokemon Home jadi layanan cloud terbaru

Kolaborasi Sony dan Microsoft rancang pesaing Stadia


Dalam menjalankan solusi ini, ViBi Cloud pun menggandeng beberapa perusahaan besar. Beberapa diantaranya seperti Microsoft dengan Azure Stack dan HP Enterprise.

“Industri dan teknologi sekarang bersinggungan. Kini bagaimana caranya teknologi mencari cara membantu memajukan industri,” kata Founder dan CEO ViBi Cloud, Alfonsus Bram dalam peluncuran layanan Business-Ready Solution di Jakarta, Selasa (17/).

Dalam layanan ini, Bram menyebut  ada beberapa pilihan di untuk industri berbeda. Diantaranya adalah  smart city, healthcare, cybersecurity, finance, retail, dan cross industry.

“Dengan menggunakan layanan ini, kami dapat membantu perusahaan yang tadinya masih manual untuk berubah menjadi perusahaan digital,” lanjutnya.

Saat ini, layanan tersebut ditujukan untuk para penggiat UMKM dan perusahaan mengengah untuk membantu mereka melakukan transformasi digital. Kedua bisnis ini sengaja menjadi sasaran karena memang merekalah yang harus dibantu.

“Mereka masih kesulitan di bagian dana untuk melakukan transformasi digital. Begitu juga dengan SDM-nya. Karenanya, kami memang menyasar kedua usaha tersebut,” katanya.

Terakhir, dia menjanjikan efisiensi pengeluaran terhadap UMKM dan perusahaan menengah setiap bulannya. “Akan ada efisiensi pengeluaran hingga 30 persen,” pungkasnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: