TSMC mulai kembangkan prosesor berbasis fabrikasi 2nm
Dalam laporan tahunan terbarunya kepada para pemegang saham, TCMC belum lama ini mengumumkan bahwa mereka telah memulai penelitian dan pengembangan untuk proses fabrikasi 2nm.
Source: Pexels
Salah satu faktor yang menentukan performa dan efisiensi sebuah prosesor terletak pada jumlah transistor yang dimilikinya. Agar dapat mengakomodasi lebih banyak transistor, masing-masing transistor itu ukurannya perlu dikurangi. Hal ini dikenal sebagai ‘Hukum Moore’, yang menyatakan jumlah transistor pada mikroprosesor harus berlipat ganda setiap dua tahun dengan mengurangi ukurannya.
Dilansir dari Gizmochina (27/4), prosesor terbaik saat ini adalah yang memiliki proses fabrikasi 7nm, yang diperkirakan akan digantikan dengan prosesor berbasis fabrikasi 5nm pada akhir tahun ini. Namun, bahkan sebelum itu, TSMC baru saja mengungkapkan telah memulai pengembangan untuk chipset 2nm.
Dalam laporan tahunan terbarunya kepada para pemegang saham, TCMC belum lama ini mengumumkan bahwa mereka telah memulai penelitian dan pengembangan untuk proses fabrikasi 2nm pada tahun 2019. Perusahaan manufaktur semikonduktor tersebut juga dikabarkan akan menghadirkan prosesor ponsel 5nm Apple generasi berikutnya yang dijadwalkan rilis pada kuartal terakhir tahun ini.
Untuk konteksnya, chipset 2nm itu akan dapat menampung transistor 3,5 kali lebih banyak daripada prosesor mobile 7nm terbaik yang saat ini tersedia di pasar. Selain itu, mereka juga mengungkapkan roadmap untuk prosesor 3nm pada pekan lalu, yang berjalan sesuai rencana. Produksi gelombang pertama diharapkan dimulai pada tahun 2021, diikuti oleh volume produksi lainnya pada paruh kedua 2022.
Satu-satunya pesaing utama bagi TSMC adalah Samsung, namun perusahaan asal Korea Selatan ini belum memproduksi prosesor mobile 5nm secara massal dan bahkan telah menunda chipset 3nm hingga 2022 karena Covid-19. Meski demikian, walau TSMC telah memulai mengembangkan prosesor 2nm, kita tidak akan melihatnya dalam waktu dekat. Prosesor berbasis 2nm ini diprediksi baru siap diproduksi secara massal pada tahun 2025.








