sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
Rabu, 07 Apr 2021 07:54 WIB

TikTok luncurkan teks otomatis untuk pengguna tunarungu

Auto caption atau teks otomatis yang baru saja diluncurkan TikTok ditujukan untuk pengguna tunarungu dan mereka yang tidak fasih memahami bahasa tertentu.

TikTok luncurkan teks otomatis untuk pengguna tunarungu
Source: Pexels

TikTok baru saja mengumumkan fitur baru yang dirancang agar aplikasi dapat diakses oleh orang-orang yang memiliki keterbatasan pendengaran atau tunarungu. Perusahaan meluncurkan fitur auto caption atau teks otomatis. Fitur ini akan secara otomatis mentranskripsikan ucapan dari video sehingga pemirsa dapat membaca apa yang dikatakan dalam video sebagai alternatif untuk mendengarkan.

Fitur ini juga berfungsi bagi mereka yang ingin menonton video tanpa suara. Misalnya, ketika berada di kerumunan atau tempat umum. Teks otomatis juga berguna bagi mereka yang tidak fasih pada bahasa yang diucapkan dalam video, dan lebih mudah memahami melalui tulisan.

Bagi pembuat konten, mereka juga bisa mengedit teks ini pada halaman pengeditan. Ini dapat dilakukan untuk memperbaiki kesalahan teks otomatis, sebelum video itu dipublikasikan. Selama ini, kreator yang menambahkan teks dalam video, menggunakan alat penerjemah pihak ketiga. Mereka bahkan melahirkan tren text-to-speech, di mana teks di layar dibaca oleh suara mirip Siri.

Meski demikian, pengguna dapat memilih untuk mengaktifkan atau menonaktifkan fitur ini. Pengaturan tersebut dapat ditemukan di panel berbagi, lalu ketuk tombol teks. Mirip dengan fitur auto translate yang dimiliki YouTube, Facebook, dan Instagram.

Fitur auto caption TikTok

Sebagai langkah awal, fitur teks otomatis baru mendukung dua bahasa, yaitu bahasa Inggris Amerika dan Jepang. Beberapa bahasa akan ditambahkan dalam beberapa bulan mendatang, berdasarkan laporan TikTok melalui Techcrunch (7/4). 

TikTok mengatakan, saat ini tim sedang menjalani penilaian aksesibilitas untuk mengidentifikasi area tambahan untuk perbaikan. Mereka juga bekerja sama dengan organisasi The Deaf Collective untuk meningkatkan kesadaran terhadap bakat dan percakapan yang terjadi di komunitas tunarungu di aplikasinya.

Share
×
tekid
back to top