TikTok luncurkan Safety Center untuk lindungi penggunanya

Bekerja sama dengan ECPAT Indonesia dan SiBerkreasi, TikTok meluncurkan Safety Center untuk memastikan keamanan online penggunanya.

TikTok luncurkan Safety Center untuk lindungi penggunanya

TikTok baru saja meluncurkan Pusat Keamanan (Safety Center) untuk para pengguna di Indonesia. Aksi ini bekerja sama dengan ECPAT Indonesia dan SiBerkreasi, bertujuan untuk memastikan keamanan online pengguna TikTok terutama generasi muda. Selain itu, peluncuran tersebut juga turut diresmikan oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), serta Kementrian Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak (KPPA).

Menurut Kepala Kebijakan Publik TikTok untuk Indonesia, Malaysia, dan Filipina, Donny Eryastha, di TikTok lingkungan yang aman dan positif bagi pengguna jadi prioritas. "Hari ini, kami sangat senang untuk meluncurkan Safety Center di Indonesia. Jadi kami akan melengkapi pengguna dengan informasi dan sumber daya yang tepat untuk memastikan keselematan mereka saat mengakses informasi di aplikasi,” katanya.


BACA JUGA

Facebook bakal ubah nama Instagram dan WhatsApp

Ekspansi serial drama komedi berkonsep vertikal asal China

Shoelace jadi jejaring sosial terbaru Google


Untuk menciptakan lingkungan tersebut, TikTok mengatakan terdapat tiga aspek. Pertama adalah kebijakan standar komunitas, yang telah disesuaikan dengan norma-norma di Indonesia. TikTok mengklaim menghadirkan teknologi AI untuk menganalisa apakah terdapat hal yang tidak layak dalam konten atau terdapat pengguna yang dibawah usia 14 tahun.

Setelah itu, konten tersebut akan disaring kembali oleh tim dari Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan apakah konten tersebut sesuai norma yang berlaku di Indonesia. Jadi, terdapat tim review konten yang bekerja setiap hari selama 24 jam untuk memfilter kelayakan konten pengguna TikTok.

Aspek kedua TikTok mengatur memperkya fitur-fitur yang tersedia, misalnya akun privat TikTok, fitur pelaporan terhadap komentar atau profil orang lain, menghapus permanen profil bermasalah, dan hanya membiarkan pengguna terverifikasi TikTok yang boleh melakukan live streaming.  Aspek ketiga adalah hadirnya beragam kampanye edukasi. Kampanye ini tentunya bekerja sama dengan pemerintah untuk menghadirkan lingkungan aman dan positif bagi para pengguna TikTok.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: