sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
Kamis, 01 Agst 2019 15:04 WIB

The Guardian jadi alat untuk membantu petugas patroli hutan

Rainforest Connection telah menciptakan The Guardian, dengan teknologi TensorFlow yang memanfaatkan Google AI.

The Guardian jadi alat untuk membantu petugas patroli hutan

Baru-Baru ini Rainforest Connection menciptakan alat "The Guardian", dengan teknologi TensorFlow yang memanfaatkan Google AI. Klaim mereka, alat ini mampu merekam seluruh suara yang ada di hutan, mencakup suara spesies binatang hingga suara gergaji mesin.

Kemudian alat tersebut akan mengirimkannya secara real-time ke smartphone petugas patroli penjaga hutan. Jadi, suara-suara yang terekam tersebut akan dikenali dan dideteksi secara otomatis. Tentunya The Guardian akan membantu petugas patroli dan masyarakat sekitar untuk memantau keadaan hutan dan mencegah pembalakan liar. 

Ini adalah gambar dari alat The Guardian

"Pada dasarnya ini adalah kotak dengan baterai, ponsel bekas, perekam alat, serta panel surya. Alat ini diletakkan di atas pohon untuk merekam suara hutan menggunakan mikrofon dan mengirimkannya ke cloud dengan teknologi AI TensorFlow," kata Founder dan CEO Rainforest Connection, Topher White. 

Bekerja sama dengan KKI WARSI, Rainforest Connection telah memasang 12 alat The Guardian yang tersebar pada 4 desa di Sumatra Barat. Misalnya di Nagari Sirukam, Nagari Pakan Rabaa Timur, Nagari Pakan Rabaa, dan Nagari Pasir Talang Timur. Pada setiap desanya dipasang 3 alat di 3 titik yang berbeda. 

Harapannya alat The Guardian ini mampu membantu petugas patroli hutan, untuk mengetahui keadaan hutan secara real-time. Pasalnya menurut data dari Komunitas Konservasi Indonesia WARSI (KKI WARSI), bahwa luas tutupan hutan di Sumatra Barat terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Diklaim dari awalnya seluas 61 persen pada tahun 2000 silam, dan menjadi 53 persen pada tahun 2015.

Share
×
tekid
back to top