Terkena serangan, WhatsApp minta pengguna perbarui aplikasi

Pihak WhatsApp mengatakan, bukan hanya pengguna WhatsApp biasa saja yang terkena serangan, melainkan para pengguna WhatsApp Business juga rentan terkena serangan. Oleh karena itu, mereka meminta para pengguna untuk memperbaharui aplikasi mereka.

Terkena serangan, WhatsApp minta pengguna perbarui aplikasi WhatsApp (Pixabay)

Beberapa waktu lalu, WhatsApp diketahui terkena serangan malware dari pengembang perangkat lunak asal Israel bernama NSO Group. Malware yang bernama spyware Pegasus itu diketahui dapat membajak perangkat pengguna dengan melalui panggilan suara melalui WhatsApp.

Pihak WhatsApp mengatakan bahwa kerentanan ini dikarenakan adanya overflow buffer di WhatsApp VOIP stack. Hal ini memungkinkan peretas mengeksekusi kode jarak jauh melalui serangkaian paket SRTCP yang dibuat khusus yang dikirim ke nomor telepon target.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Cara aktifkan dark mode WhatsApp di ColorOS 6

Ini cara tolak undangan grup WhatsApp

Cara kunci WhatsApp pakai sidik jari


Dalam keterangan resmi pihak WhatsApp melalui sebuah postingan di Facebook, mereka menjabarkan siapa saja yang rentan terkena serangan ini. Para pengguna WhatsApp untuk Android sebelum v2.19.134, WhatsApp untuk iOS sebelum v2.19.51, dan WhatsApp untuk Windows Phone sebelum v2.18.348 terancam terkena serangan tersebut.

Begitu pula yang menggunakan WhatsApp Business untuk Android sebelum v2.19.44 dan WhatsApp Business untuk iOS sebelum v2.19.51 juga rentan terkena serangan. Tak ketinggalan, WhatsApp untuk Tizen sebelum v2.18.15 juga memiliki kerentanan yang sama.

Oleh karenanya, pihak WhatsApp meminta pengguna untuk memperbaharui aplikasi perangkat mereka. Hal ini dikarenakan pihak Facebook telah memperbaiki celah keamanan ini, yang membuat peretas lebih sulit dalam mengakses perangkat pengguna.

Seperti diketahui, malware Pegasus diketahui menyerang dan memata-matai para pejuang hak asasi manusia dan para jurnalis di seluruh dunia. Untuk meredam hal ini, pihak Amnesty International meluncurkan tindakan hukum untuk menarik lisensi ekspor NSO Group di Israel.

Pihak Facebook sebagai pemilik WhatsApp pun telah memberikan komentar mereka terkait dengan serangan tersebut. “Serangan ini memiliki semua keunggulan perusahaan swasta yang dilaporkan bekerja dengan pemerintah untuk mengirimkan spyware yang mengambil alih fungsi sistem operasi ponsel,” kata perwakilan WhatsApp.

Mendengar hal tersebut, pihak NSO Group membantah melakukan kesalahan. Mereka membantah bahwa mereka terlibat dengan masalah ini. 

“Dalam situasi apa pun NSO tidak akan terlibat dalam pengoperasian atau identifikasi target teknologinya, yang semata-mata dioperasikan oleh badan intelijen dan penegak hukum,” kata perwakilan NSO dalam sebuah pernyataan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: