Teknologi getaran listrik bisa cairkan lapisan es dengan cepat

Para ilmuwan baru-baru ini menunjukkan bagaimana pendekatannya bekerja dengan memanfaatkan sistem untuk mencairkan lapisan es yang didinginkan hingga suhu -106 derajat Celcius.

Pada negara yang memiliki musim dingin, akan sangat menyusahkan untuk mencairkan jendela berlapis es pada pagi hari. Tetapi berkat tim peneliti di University of Illinois di Urbana-Champaign dan Kyusu University di Jepang, masalah tersebut kini dapat diselesaikan dengan mudah.

Dilansir dari Digital Trends (2/9), mereka telah berhasil mengembangkan cara baru untuk menghilangkan es dan embun beku di permukaan kaca jendela secara efisien. MetodeĀ ini hanya membutuhkan energi kurang dari 1 persen dan 0,01 persen dari waktu yang diperlukan dibandingkan dengan metode pencairan tradisional. Selain jendela mobil, itu bisa digunakan untuk permukaan lain, seperti mencairkan es di pesawat terbang.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Peneliti berhasil tumbuhkan kapas di Bulan

Ilmuwan buat teori elevator dari Bumi ke Bulan

Ilmuwan berhasil hasilkan energi dari udara dingin


Sistem tersebut menggunakan getaran arus listrik tinggi. Ia menciptakan lapisan air di mana es dan permukaan kaca saling bertemu. Untuk memastikan bahwa getaran tersebut mencapai target yang diinginkan, para peneliti menerapkan lapisan tipis film indium tin oxide (ITO). Sisanya kemudian bergantung pada gravitasi, yang menyebabkan es mencair begitu saja. Cara ini juga dapat dibantu oleh aliran udara jika perlu.

Sejauh ini, teknologi tersebut masih dalam tahap konsep. Para ilmuwan baru-baru ini menunjukkan bagaimana pendekatannya bekerja dengan memanfaatkan sistem untuk mencairkan lapisan es yang didinginkan hingga suhu -106 derajat Celcius. Suhu udara yang sangat rendah ini lebih dingin dibandingkan dengan bagian terdingin di Antartika. Menggunakan teknologi baru, peneliti dapat mencairkan es dengan satu getaran dalam tempo di bawah satu detik.

Para peneliti itu bukanlah satu-satunya yang mengerjakan solusi serupa. Di ETH Zurich di Swiss, para ilmuwan telah mengembangkan teknologi berskala nano yang diaktifkan dengan tenaga matahari untuk mencairkan lapisan es di jendela dengan sangat cepat. Sementara itu, di Virginia Tech, para peneliti berhasil mengembangkan permukaan alumunium anti air inovatif yang menggunakan jutaan kantung udara kecil untuk secara signifikan mempercepat pencairan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: