Teknologi baru Amazon bisa mengemas 700 barang per jam

Teknologinya mampu mengemas hingga 700 kotak per jam, atau empat hingga lima kali lipat kecepatan yang dilakukan oleh manusia.

Teknologi baru Amazon bisa mengemas 700 barang per jam

Amazon selalu menginginkan layanannya beroperasi cepat serta otomatis, seperti pengiriman menggunakan drone. Baru-baru ini perusahaan ritel tersebut dikabarkan meluncurkan mesin yang mampu mengemas pesanan pelanggan. Dilansir dari Digital Trends (13/5), mereka telah mempertimbangkan untuk menggunakan mesin di belasan gudang.

Lantaran setiap mesin berharga USD1 juta ditambah biaya operasional, kemungkinan akan memakan waktu di bawah dua tahun untuk mengganti biaya pemasangan mesin. Mesin-mesin tersebut diproduksi oleh perusahaan Italia CMC Srl, dan disebut CartonWrap.


BACA JUGA

Andalkan AI, robot Exosuit bisa bantu orang berjalan dan berlari

Berkat AI, robot anjing ini jadi penurut

Peneliti kembangkan robot bawah air dengan integrasi komputer


Teknologinya mampu mengemas hingga 700 kotak per jam, atau empat hingga lima kali lipat kecepatan yang bisa dilakukan oleh manusia. Setiap mesin membutuhkan operator manusia untuk memuat pesanan pelanggan. Ada pula teknisi untuk memperbaiki jika terjadi masalah.

Rencana untuk meluncurkan mesin baru di seluruh operasi Amazon belum selesai. Memeriksa teknologi bisa memakan waktu lama untuk diselesaikan mengingat masalah besar yang akan terjadi jika mesin menyebabkan masalah. Teknologi pengemasan yang sama juga digunakan oleh JD.com, Shutterfly dan Walmart.

“Kami sedang menguji coba teknologi baru ini dengan tujuan meningkatkan keamanan, mempercepat waktu pengiriman, dan menambah efisiensi di seluruh jaringan kami. Kami berharap penghematan efisiensi akan diinvestasikan kembali dalam layanan baru bagi pelanggan, di mana pekerjaan baru akan terus diciptakan,” kata Amazon.

Karena tingginya pergantian terkait dengan pengepakan di pusat penyelesaiannya, Amazon mungkin berharap bahwa teknologi tersebut akan memberikan cara agar mengurangi kebutuhan untuk terus-menerus merekrut dan melatih karyawan baru.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: