sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id qnap
Jumat, 06 Des 2019 16:20 WIB

Teknologi AI Snapdragon XR2 punya performa 15 triliun pengoperasian per detik

Teknologi chipset mixed reality anyar ini kemungkinan akan menghadirkan beberapa perangkat mixed reality 5G pertama di dunia.

Teknologi AI Snapdragon XR2 punya performa 15 triliun pengoperasian per detik
Source: Qualcomm via Engadget

Qualcomm baru saja memperkenalkan chipset mixed reality lewat Snapdragon XR2. Ya, ini merupakan sang penerus chipset Snapdragon XR1. Qualcomm mengklaim XR2 memiliki perfoma yang lebih kuat dan digadang-gadang sebagai platform XR 5G pertama di dunia. Dengan demikian, chipset mixed reality anyar ini kemungkinan akan menghadirkan beberapa perangkat mixed reality 5G pertama di dunia.

Perlu diingat bahwa Snapdragon XR1 dimaksudkan untuk menurunkan harga komponen headset XR mendasar, yang digunakan dalam kacamata AR beberapa perusahaan seperti Google Glass Enterprise Edition 2 dan Vuzix M400. Dilansir dari Venture Beat (5/12), Snapdragon XR2 memiliki performa lebih kuat dibandingkan dengan XR1 dan Snapdragon 835, yang mana mampu mentenagai headset Oculus Quest.

Menurut perusahaan asal Amerika Serikat tersebut, Snapdragon XR2 menawarkan performa CPU dan GPU dua kali lipat dibandingkan dengan Snapdragon 835, dan memliki mampu melakukan pemrosesan AI 11 kali lebih cepat, memproses resolusi video 6 kali lebih tinggi, dan bandwidth 4 kali lipat. Ini dapat dilakukan meski memiliki konfigurasi empat core Kryo – satu Prime, satu Gold, dan dua Silver – ketimbang delapan core Kryo pada 835. Menggunakan XR2, setiap mata pengguna mendapatkan konten video beresolusi 3K x 3K pada kecepatan 90 fps. Ini merupakan peningkatan dramatis daripada sebagain besar headset VR dan AR saat ini.

Selain mendukung foveated rendering dan peningkatan variable rate shading, GPU Adreno 650 pada XR2 menjanjikan laju pemrosesan texel (texture element) 3 kali lipat dan 1,5 kali lipat laju pemrosesan piksel jika dibandingkan dengan 835, dengan total piksel throughput 2,5 kali lebih tinggi. Berkat throughput itu, XR2 mendukung streaming dan pemutaran video 8K pada 60 fps, termasuk video 360 derajat, atau video 4K pada 120 fps. Kesemuanya hadir dengan dukungan HDR10 / HDR10+. Dalam hal audio, XR2 mendukung teknologi suara spasial 3D dan mencakup, Qualcomm Hexagon DSP yang selalu aktif dengan aktivasi suara dan kemampuan mendeteksi konteks musik.

Sebagai salah satu chipset kelas atas, tidak heran jika XR2 mendukung 3D tracking yang unggul, terutama dibandingkan dengan 3DoF XR1. Qualcomm mengatakan ini adalah platform XR pertama yang mendukung tujuh kamera dan prosesor khusus, guna memungkinkan perangkat secara standalone melacak 26 titik di tangan, serta pelacakan mata dan bibir, pemetaan ruang 3D, juga posisi kamera foto/video.

Chipset ini juga mencakup mode pass-through kamera berlatensi rendah, sehingga memungkinkan penggabungan konten digital secara real-time. Kemampuan ini merupakan persyaratan utama untuk sistem augmented reality (AR).

Peningkatan performa XR2 bervariasi jika dibandingkan dengan XR1. Mesin AI XR2 menghasilkan 15 triliun pengoperasian per detik (trillion operations per second/TOPS) dibandingkan dengan 1,8 TOPS di XR1 dan 1,3 TOPS di Snapdragon 835. Ini adalah peningkatan delapan kali lebih tinggi dari XR1, 11 kali lipat dibandingkan dengan 835. Di sisi lain,  XR2 mendukung tujuh kamera sekaligus. Jumlahnya meningkat dibanding XR1 yang hanya mendukung 3 kamera ataupun Snapdragon 835 yang mendukung empat kamera. XR2 mencakup dukungan Wi-Fi 6 dan 60 GHz 802.11ay, sedangkan XR1 dan 835 terbatas pada Wi-Fi 5.

Perlu diingat bahwa pengguna XR2 akan memiliki opsi dukungan 5G, tetapi ini bukan elemen wajib dalam platform: Modem Snapdragon X55 terbaru dapat diintegrasikan dengan XR2 sesuai kebutuhan. Qualcomm berharap beberapa perangkat akan menggunakannya untuk “XR yang benar-benar tak terbatas”, memisahkan pemrosesan antara perangkat dan server straming cloud dengan latensi rendah agar dapat menghasilkan pengalaman yang lebih realistis.

Tanpa menyebutkan perusahaan tertentu, Qualcomm mengatakan bahwa banyak OEM telah berkomitmen untuk menjual perangkat menggunakan Snapdragon XR2. Berdasarkan pengalaman Snapdragon 835 dan XR1, jarak antara evaluasi dan pengumuman bisa setahun, artinya kita bisa mulai melihat produk aktual menggunakan platform XR2 di akhir 2020 atau awal 2021.

Share
back to top