Sony punya dua kamera andalan baru di Indonesia

Kamera pertama adalah mirrorless Sony a7R IV yang memiliki sensor full-frame beresolusi 61 MP, dan yang lainnya adalah RX100 VII.

Sony punya dua kamera andalan baru di Indonesia

Lewat acara bertajuk Alpha Festival 2019, Sony Jumat lalu (23/8) menelurkan dua kamera andalannya ke pasar Indonesia, yakni a7R IV dan RX100 VII. a7R IV merupakan kamera mirrorless dengan sensor full-frame dengan resolusi tinggi 61 MP. Tidak ketinggalan pula teknologi backside ilumination (BSI) dan Exmor-R agar menjanjikan hasil yang tetap optimal ketika memotret dalam kondisi penerangan redup dengan minim noise.

Para fotografer juga dapat memotret foto beresolusi 240 MP berkat bantuan mode pixel-shift. Jika kamu ingin mengambil file RAW berukuran sangat besar agar lebih dapat diolah menggunakan software editing, pengguna dapat menggunakan mode APS-C beresolusi 26,2 MP.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

TV LED Crystal 16K Sony dihargai Rp81 miliar

Rayakan ulang tahun ke-40 tahun Walkman, Sony hadirkan dua perangkat baru

Begini bocoran Sony Xperia 2


Model mirrorless full-frame terbaru ini dilengkapi dengan sistem stabilisasi gambar 5 arah berbasis in-body image stabilization (IBIS) dan Sony mengatakan telah mengaturnya untuk dapat mendukung kapasitas pengambilan gambar resolusi tinggi.

Sony 7R IV mengantungi electronic viewfinder (EVF) berteknologi panel OLED beresolusi 5,76 juta dot agar dapat melakukan komposisi dengan tampilan lebih tajam dibandingkan dengan menggunakan layar LCD di belakangnya. Dengan resolusi sekitar 1,6x dibandingkan dengan EVF pada a7R III, EVF terbaru ini memiliki gambaran yang sangat akurat.

Jajaran ISO yang dimilikinya adalah 100-32000. Fotografer juga dapat meningkatkan jajaran ISO menjadi 50-102400 yang seharusnya dapat menghadirkan hasil foto optimal dalam setiap pencahayaan. Selain resolusinya yang sangat tinggi, A7R IV juga dapat melakukan pemotretan continuous pada 10 fps dalam keadaan AF berubah-ubah. Ada pula fitur phase detection AF sebanyak 567 poin dan contrast AF sebanyak 425 poin.

Sistem seperti itu diinformasikan memungkinkan cakupan AF hingga 100 persen, sehingga menjanjikan fokus lebih akurat meski di tepi gambar. Tidak ketinggalan pula fitur Eye AF secara real-time baik untuk manusia dan hewan berkat prosesor pemrosesan gambar mutakhir Bionz X generasi baru. Eye AF memungkinkan fokus tidak melenceng meski menggunakan aperture besar.

Dari sisi video, A7R IV dapat merekam video 4K pada 30 fps atau Full HD pada 120 fps dengan kemampuan HDR. Pengguna juga dapat melakukan fokus via sentuhan di layar agar lebih cepat menentukan fokus selama proses perekaman.

Sony a7R IV dilengkapi dengan berbagai fitur konektivitas demi meningkatkan alur kerja profesional. Model ini memiliki fungsi Wifi yang mendukung frekuensi 2,4 GHz dan 5 GHz agar proses pemindahan data berkinerja stabil. Harga yang ditawarkan untuk kamera mirrorless full-frame Sony a7R IV adalah Rp49.999.000 (body only).

Di sisi lain, RX100 VII adalah tipe kamera saku, bukan mirrorless. Meski demikian Sony mengklaim kamera ini masuk ke dalam kancah premium. Pasalnya, RX100 VII diklaim memiliki kecepatan seperti kamera flagship Sony a9 dengan prosesor Bionz-X tipe baru dan teknologi Eye-Tracking.

Kamera tersebut mengantungi sensor gambar Exmor RS berukuran 1 inci serta lensa Zeiss Vario-Sonnar T* dengan focal length 24-200 mm (setara dengan kamera format 35 mm). tidak ketinggalan pula aperture yang relatif berukuran besar f/2.8-f/4.5 agar memungkinkan cahaya masuk lebih banyak dan meningkatkan bokeh lebih sempit saat menggunakan focal length terpendek. Sensor yang diemban RX100 VII diinformasikan memiliki resolusi 20 MP dan mengangkut lebih banyak titik AF phase-detection.

Selain dapat memotret hingga 20 fps tanpa jeda dalam viewfinder, RX100 VII juga diklaim dapat memotret burst tujuh gambar hingga 90 fps. Kecepatan ini dapat dilakukan dengan sistem exposure dan AF dalam keadaan terkunci, pengguna juga harus melepaskan tombol shutter sebelum memotret gambar lainnya.

Lantaran RX100 VII masuk ke dalam kamera ringkas dengan bobot sekitar 302 gram, maka ia seharusnya dapat dibawa dan diletakkan di lokasi-lokasi yang tidak memungkinkan untuk kamera yang berukuran lebih besar darinya.

Dasi sisi video, Sony merancang RX100 Mark VII agar dapat merekam video beresolusi 4K UHD yang diklaim hampir tanpa gangguan rolling shutter. Pengguna juga dapat merekam menggunakan refresh rate hingga 120 fps saat memakai resolusi 1080p atau Full HD. Jangan takut merekam sambil berjalan, karena kamera ini mengantungi mode stabilisasi ganda yang menggabungkan metode optik dan digital.

Terdapat pula tambahan soket mikrofon eksternal sehingga para vlogger dapat merekam video dengan kualitas suara bersih tanpa terlalu diganggu oleh suara bising sekitar. Layar LCD di belakangnya memiliki ukuran 3 inci serta berkemampuan sentuh.

Tidak ketinggalan pula engsel yang memungkinkan layar LCD dilipat hingga 180 derajat. Pengguna juga dapat melakukan komposisi via electronic viewfinder (EVF) OLED beresolusi 2,4 juta dot. Harga yang ditawarkan untuk Sony RX100 VII adalah Rp17.999.000.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: