sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id acer
Kamis, 21 Nov 2019 09:30 WIB

Snapdragon 855 dan Snapdragon 855+, apa bedanya?

Dalam pembahasan kali ini, tim Tek.id akan membahas perbedaan dari Snapdragon 855 dan Snapdragon 855 Plus. Apa bedanya?

Snapdragon 855 dan Snapdragon 855+, apa bedanya?

Realme sebentar lagi akan meluncurkan smartphone terbaru mereka, yakni realme X2 Pro. Smartphone ini akan dibekali dengan prosesor terkuat Qualcomm saat ini, yakni Snapdragon (SD) 855 Plus.

Sebenarnya apa sih yang membedakan antara versi Snapdragon standar dengan Snapdragon dengan embel-embel Plus? Ternyata, ada perbedaan yang cukup signifikan di antara kedua seri tersebut.

Namun sebelum menjelaskan secara detail perbedaan diantara kedua prosesor flagship Qualcomm tersebut, saya akan membahas sedikit sejarah dari kehadiran prosesor dengan embel-embel Plus tersebut.

Qualcomm pertama kali meluncurkan sebuah prosesor dengan embel-embel Plus pada 2012 silam. Mereka menyematkan embel-embel ini pada Snapdragon S4 Plus. Prosesor ini adalah prosesor mid-range dual-core dengan inti Krait dengan kecepatan maksimal 1,5GHz.

Ada dua kategori lagi dari prosesor Snapdragon S4, yakni S4 Play dan S4 Pro. Ketiga CPU ini yang menjadi cikal bakal dibuatnya Snapdragon seri 600, 700, dan juga 800.

Sedangkan di jajaran prosesor Snapdragon modern, embel-embel plus ini pertama kali diperkenalkan oleh Qualcomm di SD 855. Mereka memperkenalkan SD 855 Plus beberapa bulan setelah secara resmi meluncurkan SD 855 pada Desember 2018 silam.

Perbedaan yang paling mencolok adalah kecepatan clock speed dari SD 855 Plus. Hal ini aneh dikarenakan kedua prosesor ini memiliki konfigurasi chipset yang sama, yakni 1 Kryo 485 Gold  (A76-based), 3 Kryo 485 Gold (A76-based), dan 4 Kryo 485 Silver (A55-based).

Konfigurasi kecepatan chipset dari SD 855 adalah 1,8GHz untuk Kryo 485 Silver, 2,42 GHz untuk 3 prosesor Kryo 485 Gold, serta 2,84 GHz untuk satu Kryo 485 Gold, yang merupakan inti chipset performance.

Yang berbeda adalah konfigurasi kecepatan chipset di prosesor performance mereka. SD 855 Plus memiliki kecepatan clock 1,8GHz untuk Kryo 485 Silver, 2,42 GHz untuk 3 prosesor Kryo 485 Gold, dan hingga 2,96 GHz untuk satu Kryo 485 Gold.

Kekuatan dari GPU kedua prosesor ini pun bisa dibilang cukup berbeda jauh. SD 855 menggunakan GPU Adreno 640 di kecepatan 585 MHz. Sedangkan SD 855 Plus menggunakan GPU Adreno 640 yang lebih kuat dengan kecepatan 672 MHz.

Jika diukur dengan persentase, peningkatan kemampuan SD 855 Plus dibandingkan dengan SD 855 mencapai 4,2 persen. Sedangkan untuk GPU memiliki perbedaan kemampuan sebesar 15 persen.

Kami juga sudah melakukan beberapa kali pengujian benchmark sintetis menggunakan kedua prosesor tersebut. Kami menggunakan Asus ZenFone 6 untuk mewakili SD 855 dan Black Shark 2 Pro untuk mewakili SD 855 Plus. Dan berikut ini perbedaan performa dari kedua prosesor tersebut.

 

 

Seperti yang kalian dapat lihat, terdapat perbedaan hasil benchmark yang signifikan antara kedua prosesor tersebut. SD 855 Plus hampir dapat mengalahkan SD 855 di semua benchmark.

Bagian unik dari kedua prosesor flagship Qualcomm tersebut adalah kemampuan overclocking. Saat ini bukan hanya prosesor desktop saja yang dapat di overclock. Namun, untuk sementara ini hanya Black Shark 2 saja yang mengizinkan penggunanya untuk melakukan overclock SD 855 melalui fitur bernama Ludicrous Mode. Fitur ini juga terdapat di Black Shark 2 Pro yang menggunakan prosesor SD 855 Plus.

Di sisi lain, Asus juga memberikan fitur overclock prosesor SD 855 Plus di perangkat ROG Phone 2. Melalui aplikasi ROG Armoury Crate, pengguna dapat menarik semua kemampuan yang ada dari prosesor tersebut.

Tapi perlu diingat, baik Black Shark dan Asus memperingatkan para penggunanya untuk menggunakan aksesoris kipas pendingin saat melakukan overclock. Hal ini wajar, karena setelah bermain gim PUBG di keadaan standar selama beberapa jam, layar dari perangkat tersebut sudah hampir tak bisa disentuh karena panas yang berlebih.

Sedangkan untuk realme X2 Pro, dimana smartphone ini bukanlah smartphone gaming yang datang tanpa aksesoris pendingin ekstra, tampaknya fitur tersebut akan ditiadakan. Hal ini dikarenakan kemungkinan besar, realme ingin perangkat mereka dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama oleh penggunanya.

Share
×
img
×
tekid
back to top