Sistem keamanan Sydeco hadang hacker pakai bahasa alien

Sistem Archangel yang sebagai smart box, memiliki fungsi untuk menyaring lalu lintas data yang akan masuk ke jaringan pengguna

Sistem keamanan Sydeco hadang hacker pakai bahasa alien

Peretasan yang bisa mengakibatkan pencurian data memang kerap terjadi di era digital, yaitu ketika data hampir selalu tersimpan dalam format digital. Hal ini mendorong setiap orang atau perusahaan untuk selalu menjaga keamanan data pribadi mereka agar tak disalahgunakan oleh orang lain.

Menyadari hal tersebut, perusahaan keamanan data Sydeco menghadirkan layanan baru bertajuk Archangel dan SST (Secure System Transmission). Kedua layanannya secara resmi diluncurkan hari ini (22/3) di Jakarta.


BACA JUGA

Hindari berbagi boarding pass di media sosial

Polisi London uji coba sensor pengenal wajah

Kunci elektronik Tesla Model S bisa dibobol dalam 1,6 detik


Dijelaskan President Direcror PT Sydeco Patrick Houyoux, kedua layanan baru besutannya itu tak hanya menyasar perusahaan, namun juga berbagai kalangan termasuk end user. Pasalnya, kini hampir semua orang membutuhkan pengamanan data dari penyalahgunaan.

Sistem Archangel yang sebagai smart box, memiliki fungsi untuk menyaring lalu lintas data yang akan masuk ke jaringan pengguna, baik kabel maupun nirkabel. Artinya, seluruh aktivitas pengguna ketika berselancar di dunia maya akan dipantau oleh sistem Archangel.

Ketika sebuah aktivitas tampak mencurigakan yang dilakukan oleh hacker misalnya, Archangel akan secara langsung memblokirnya sehingga data pengguna terproteksi. Tak hanya waktu peretasan, Archangel juga mampu mengidentifikasi teknik yang digunakan oleh hacker.

"Waktu, sensor yang diserang, alamat IP, port yang dituju, hingga teknik yang dilakukan hacker bisa terbaca. Ini lebih lengkap dari firewall biasa. Ini juga akan secara langsung ngeblok atau mencegah serangan hacker," ujar tim Research and Development Sydeco, Bayu Kurniawan.

Lain halnya dengan antivirus yang banyak tersedia, Archangel menjadi pengaman bagi router atau modem. Alhasil, pengguna bisa mendapat pengamanan yang lebih awal ketimbang menggunakan aplikasi antivirus biasa.

Sementara itu Sydeco juga meluncurkan SST yakni sebuah sistem keamanan yang mampu menjaga data penguna dengan memasang dua agen pada pengirim dan penerima data. Bahasa dari data yang dikirim akan diubah menjadi bahasa yang disebut Sydeco "Bahasa Alien", sehingga hacker tak akan mengerti apa isi data tersebut.

"Agen pengirim akan mengubah data pada gelombang dan warna yang berbeda-beda tergantung datanya. Data akan ditransfer menggunakan bahasa alien. Misalnya password, bukan menggunakan numerik sehingga ketika ada serangan, data itu tidak bisa dipahami oleh hacker," kata RnD Sydeco, Yudha Septian.

Meski kedua layanan ini hadir untuk menjaga keamanan data, Patrick mengingatkan pengguna internet untuk tetap menjaga data sensitif mereka. Hal ini dikarenakan banyak orang yang secara tidak sadar memberikan data sensitif mereka bahkan untuk berbagai aplikasi seperti media sosial.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: