Seberapa besar penghasilan streamer?

Ternyata, streamer Twitch populer seperti Ninja dan DrLupo bisa mendapatkan hingga Rp7,2 miliar per bulan.

Seberapa besar penghasilan streamer? Ninja (Techspots)

Layanan streaming gim saat ini merupakan salah satu tontonan yang paling banyak diakses oleh pengguna internet di seluruh dunia. Beberapa nama seperti Ninja, DrLupo, dan lainnya mendadak populer karena melakukan live streaming saat bermain gim. Lantas, berapa pendapatan yang dihasilkan oleh mereka?

Techspot (24/5/2019) melaporkan, dalam sebuah laporan yang dirilis oleh Wall Street Journal, penerbit gim berani membayar mahal para streamer populer. Biasanya, para penerbit gim akan membayar mereka untuk bermain sembari melakukan live streaming.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Bocoran spesifikasi komputer untuk Need For Speed Heat mencuat

Plant vs. Zombie: Battle of Neighborville, hadir dengan konsep berbeda

NBA 2K20 jadi video gim terlaris tahun 2019 di AS


Skema pembayarannya adalah mereka yang memiliki pemirsa di Twitch lebih dari 15.000 penonton saat penayangan, dapat memperoleh antara USD25 ribu sampai USD35 ribu per jam (antara Rp363 juta hingga Rp508 juta).

Hal ini diungkapkan oleh presiden Night Media Inc., Reed Duchscher. Sekadar informasi, Night Media Inc. adalah perusahaan yang mewakili beberapa influencer terkemuka dunia. Streamer paling populer, seperti Ninja dan DrLupo, bahkan dapat menghasilkan hingga USD50 ribu atau Rp726 juta per jam.

Mengingat kembali pada bulan Maret lalu bahwa Tyler Blevins, lebih dikenal sebagai Ninja, dibayar USD1 juta atau Rp14,5 miliar oleh EA untuk bermain dan mempromosikan Apex Legends pada hari peluncurannya. 

Blevins menghasilkan hampir USD10 juta atau Rp145 miliar tahun lalu, dan mengatakan ia bisa menghasilkan lebih dari USD500 ribu atau Rp7,2 miliar pada bulan-bulan tertentu.

Meskipun angka-angka itu terdengar sangat fantastis, mereka layak dibayar untuk perusahaan yang ingin memastikan game mereka mendapatkan engagement lebih luas. Apex Legends, misalnya, mendatangkan 50 juta pemain pada bulan pertama peluncurannya.

Alasan lain perusahaan beralih ke streamer adalah untuk mempromosikan game adalah karena banyak pemirsa merasa mereka bisa mempercayai pendapat mereka ketimbang ulasan. “Mereka melihat kita sebagai sumber yang lebih dapat dipercaya daripada nama yang tidak mereka kenal yang menulis ulasan. Mereka bisa melihat wajah kita. Ini interaksi langsung, "kata DrLupo, yang juga dibayar untuk streaming Apex Legends.

Dengan besarnya jumlah penonton, layanan streaming gim akan terus menjadi strategi yang tepat untuk mengkampanyekan gim tersebut. Ubisoft telah mengkonfirmasi akan menggunakan strategi ini untuk Ghost Recon Breakpoint yang akan datang, sementara Take-Two Interactive akan membayar streamer untuk memainkan Borderlands 3.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: