Samsung S10 bakal bisa isi daya perangkat lain secara nirkabel
Meski terdengar revolusioner, namun teknologi ini sebenarnya sudah disematkan di Huawei Mate 20 Pro.
Galaxy S10 (Ubergizmo)
Kabar terbaru mengenai smartphone flagship milik Samsung, yakni Galaxy S10 series kembali mencuat. Kali ini, mencuat sebuah kabar terbaru mengenai fitur yang akan tersedia di dalam perangkat tersebut.
Ubergizmo (6/2) melaporkan, dalam sebuah bocoran terbaru, Galaxy S10 akan memiliki fitur tambahan yang cukup revolusioner. Pengguna dapat melakukan pengisian daya perangkat lain secara nirkabel, memanfaatkan Galaxy S10.
Hal ini mencuat setelah FCC mengeluarkan pemberitahuan mengenai teknologi ini. Dalam situs mereka, FCC menyebutkan bahwa Galaxy S10 dapat dikonfigurasi untuk menerima atau mengirimkan sinyal daya AC melalui induksi magnetik (MI) atau resonansi magnetik (MR).
Dalam pengujiannya, FCC menemukan bahwa rentang frekuensi pengoperasian teknologi tersebut di angka 110 –148kHz dan dapat menghasilkan daya maksimum 9 watt. Ini berarti, teknologi tersebut dapat mengisi daya dengan waktu yang lebih cepat.
- Samsung Hadirkan TV QLED Terbaru dengan Harga Terjangkau dan Update 7 Tahun
- Samsung Rilis microSD T7 dan T9, Bidik Gamer hingga Kreator dengan Kecepatan Lebih Tinggi
- Begini Sensasi Multitasking dengan AI di Samsung Galaxy A57 5G
- Tak Sekadar Mesin Cuci, Samsung Hadirkan AI Laundry Combo untuk Hemat Waktu Perempuan Modern
Ternyata, teknologi ini sudah dimiliki oleh salah satu flagship milik Huawei, yakni Mate 20 Pro. Perangkat ini dapat melakukan pengisian daya perangkat lain dengan teknologi nirkabel yang sama.
Akan tetapi, untuk masalah transfer daya, Huawei membenamkan kapasitas watt yang lebih kecil. Sehingga, Mate 20 Pro tidak dapat mengisi daya secepat Galaxy S10. Jadi, ini merupakan keunggulan yang ditawarkan oleh perusahaan asal Korea Selatan tersebut.
Meski demikian, banyak orang yang skeptis dengan teknologi tersebut. Pasalnya fitur ini melawa kebiasaan pengguna smartphone. Maksudnya mentransfer baterai dari smartphone yang satu ke smartphone yang lain bukan kebiasaan pengguna. Andaikan perangkat berteknologi ini adalah sebuah powerbank, mungkin lebih berguna.








