sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
Rabu, 03 Jun 2020 16:20 WIB

Review EZVIZ C6N, punya resolusi 1080p dan fitur menarik

Kamera WiFi merek EZVIZ dengan seri C6N ini tergolong oke. Proses instalasinya mudah dan dibekali fitur yang cukup komplit untuk pemakaian rumahan.

Review EZVIZ C6N, punya resolusi 1080p dan fitur menarik

Kamera WiFi belakangan ini sudah semakin banyak jenisnya. Perangkat cerdas yang mengandalkan jaringan internet kabel atau nirkabel ini, menawarkan bentuk dan ragam fitur yang berbeda-beda. Mulai dari kamera dengan lensa cakupan lebar, hingga kamera yang bisa berputar hingga 360 derajat.

Salah satu merek baru kamera WiFi adalah EZVIZ. Merek ini didirikan pada tahun 2013. Lini produknya meliputi kebutuhan pengguna rumahan sampai kantoran. Anda sudah bisa menemukannya di ecommerce Indonesia.

Pada kesempatan ini, saya akan mengulas salah satu produknya yakni EZVIZ C6N. Kamera WiFi yang dapat berputar 360 derajat. Menurut info yang saya dapatkan, perangkat ini belum tersedia di pasar Indonesia. Jadi informasi mengenai harga tampaknya belum bisa saya berikan. Meski begitu saya sudah mengantungi spesifikasi dari perangkat ini, berikut ini spesifikasinya:

Spesifikasi EZVIZ C6N
Sensor Gambar 1/4"Progressive Scan CMOS
Lensa 4mm @F2.4, view angle: 85° diagonal, 75° horisontal, 45° vertikal
DNR 3D DNR
WDR Digital WDR
Kompresi Video H.264
Video Bit Rate Adaptive bit rate
Resolusi 1920 x 1080 piksel
Frame rate maks 15 fps
Smart alarm Motion detection
WiFi Pairing AP pairing
Penyimpanan Micro SD (maks 256 GB)
Kabel daya Micro USB
Jaringan kabel RJ45
Wifi IEEE802.11 b/g/n
Frekuensi 2.4 GHz
Dimensi 88 mm x 88.2 mm x 119 mm

Desain cukup simpel

Secara desain, EZVIZ C6N tidak terlalu banyak berbeda dengan kamera WiFi yang sudah meluncur lebih dulu di pasaran. Ada tiga bagian utama dari kamera ini, yakni housing kamera, kamera, serta struktur dudukan (base) sebagai pondasi dari keseluruhan kamera.

EZVIZ C6N

EZVIZ C6N menggunakan material plastik yang hadir dengan dominasi warna putih pada housing kamera dan dudukannya. Sementara kameranya berwarna hitam. Finishing permukaannya disapu dengan sentuhan matte atau doff. Terasa agak kesat, namun tidak cepat kotor jika dibandingkan dengan lapisan glossy.

Dimensi perangkat ini berkisar 88 mm x 88,2 mm dengan tinggi 119 mm. Ukuran yang tergolong mungil dan bisa ditempatkan di mana saja dengan mudah.

EZVIZ C6N memiliki antarmuka (port) RJ45 dan Micro USB untuk pasokan dayanya yang diletakkan di sisi belakang pada base dudukan kamera. Di atasnya terdapat lubang speaker yang sudah mendukung komunikasi dua arah. Namun, tidak ditemukan slot Micro SD.

Apakah perangkat ini tidak mendukung penyimpanan internal dan hanya mengandalkan cloud storage (penyimpanan awan)?

Ternyata tidak. EZVIZ C6N sejatinya memiliki slot Micro SD untuk solusi penyimpanan internal, hanya saja diletakkan di tempat yang menurut saya unik, yakni dibawah kameranya. Untuk menemukannya, saya harus memutar kameranya secara manual ke arah atas. Di situ saya menemukan slot Micro SD yang mendukung hingga kapasitas 256 GB dan tombol Reset disampingnya.

Meski perangkat ini dapat diletakkan di atas meja atau lemari, EZVIZ juga memberikan opsi untuk menempatkan kamera ini pada langit-langit rumah atau tembok dengan menyertakan bracket beserta bautnya.

Proses instalasi yang menarik

Dari pengalaman menginstal perangkat seperti kamera IP dan kamera WiFi, prosesnya makin lama memang semakin mudah. Mulai dari yang harus pasang-pasang kabel, sampai proses instalasi menggunakan aplikasi yang bisa dilakukan melalui smartphone.

Pada perangkat ini malah cukup menarik menurut saya, karena EZVIZ menambahkan intruksi mengunakan suara. Meski intruksinya menggunakan bahasa Inggris, rasanya keren saja dipandu oleh suara seperti ini.

Proses instalasinya pun tergolong mudah dan cepat. Pertama hubungkan kabel daya pada slot Micro USB-nya, maka kamera akan berputar sampai intruksi suara mengharuskan Anda mengunduh aplikasi Ezviz dan indikator pada kamera berkedip biru.

Unduh dan instal aplikasi EZVIZ melalui Google Play atau App Store jika Anda pengguna perangkat Apple. Kemudian buka aplikasi tersebut dan ketuk ‘Add Device’ atau tambah perangkat baru. Aplikasi akan meminta Anda untuk memindai QR Code yang terdapat pada buku panduan instalasi atau di bawah base dudukan kamera. Pindai QR code-nya dan ikuti intruksi melalui aplikasi EZVIZ. Sementara kamera akan terus menginfokan proses instalasi yang sedang berjalan sampai proses instalasi selesai.

Ketika proses instalasi selesai, kamera EZVIZ C6N sudah dapat digunakan.

Fitur hampir komplit

Pada pengaturan Anda akan menemukan dukungan fitur yang ditawarkan kamera ini. Seperti notifikasi alarm yang akan berbunyi ketika kamera mendeteksi gerakan. Anda juga dapat mengatur jadwal notifikasi ketika tidak ingin terganggu suara-suara notifikasi dari kamera pada hari libur.

Kamera ini juga memiliki pengaturan tingkat sensitivitas yang dapat mengatur area deteksi gerakan dengan 6 tingkat sensitivitas dan 2 jenis suara notifikasi. Fitur notifikasi suara ini bisa menjadi penanda bagi orang-orang di sekitar ketika kamera mendeteksi gerakan. Sementara deteksi gerakan akan diikirimkan ke pengguna dalam bentuk cuplikan gambar di saat adanya deteksi gerakan.

Selain dapat mendeteksi gerakan, EZVIZ C6N juga dapat mengikuti gerakan dari objek yang terdeteksi tersebut dengan teknologi Smart Tracking. Namun, bukan berarti semua gerakan dapat diikuti oleh fitur ini. Fitur Smart Tracking hanya dapat mengikuti pergerakan yang relatif tidak terlalu cepat, contohnya seperti berjalan. Jika lebih cepat dari itu, kamera ini rasanya belum mampu untuk mengikutinya. Fitur ini bisa diaktifkan jika Anda membutuhkannya.

Seperti kamera WiFi kebanyakan, EZVIZ C6N juga mendukung fitur Smart Night Vision dengan mengandalkan teknologi Smart IR. Dengan fitur ini, EZVIZ C6N masih tetap dapat menampilkan visual dalam kegelapan dengan jarak maksimum 10 meter atau 33 kaki. Jadi Anda tidak perlu pusing lagi untuk membeli dua perangkat untuk merekam saat cahaya cukup ataupun saat kondisi gelap gulita.

Fitur lainnya yang dimiliki kamera ini adalah Sleep Mode. ini adalah fitur di mana Anda membutuhkan privasi dengan menonaktifkan kamera untuk sementara waktu, contohnya ketika tengah bersama pasangan.

Fitur ini disiapkan untuk menghindari perekaman yang tidak disengaja oleh kamera. Ketika Sleep Mode aktif, posisi kamera juga akan membelakangi posisi awal ketika Sleep Mode belum diaktifkan. Namun, ketika Sleep Mode di non-aktifkan, maka posisi kamera akan kembali ke posisi semula.

EZVIZ C6N juga dibekali dengan speaker untuk komunikasi dua arah. Dengan fitur ini, Anda dapat berkomunikasi dengan orang yang berada di depan kamera semisal Anda sedang berada di luar rumah. Fitur ini juga bisa digunakan untuk menakuti pencuri yang hendak mengambil barang-barang Anda.

Ada juga fitur Advanced Image Settings yang menawarkan menu tak kalah menarik. Adalah Backlight Mode fitur yang menawarkan untuk menampilkan sisi pandang dengan meningkatkan eksposure atau paparan cahaya. Fitur ini dapat membantu saya untuk melihat objek dengan lebih jelas dan terang.

Tampilan aplikasi EZVIZ

Tampilan utama dari aplikasi EZVIZ cukup mudah dimengerti. Di bawah tampilan livenya, ada beberapa menu seperti audio, tampilan grid jika Anda menggunakan lebih dari satu kamera, opsi resolusi dan pilihan tampilan full screen.

Sementara pada baris menu kedua ada menu berbentuk tombol navigasi untuk menggerakan kamera, menu Speak untuk mengaktifkan komunikasi dua arah, Snapshot untuk mengambil foto dan Record untuk mulai merekam.

Anda juga bisa dapat mengambil gambar dengan tampilan 360 derajat untuk melihat ruangan sekitar juga mengaktifkan fitur Auto Tracking pada menu yang sama.

Pengalaman pemakaian

Saya mulai memasang kamera ini 3 hari terakhir. Salah satu hal yang juga saya suka dari perangkat ini adalah kabel dayanya sangat panjang. Saya jadi tidak harus terpaku lagi harus meletakkan kamera yang berdekatan dengan posisi soket listrik di rumah. Dengan bentang kabel yang panjang, saya jadi lebih mudah untuk menempatkan kamera ini di posisi terbaiknya.

Kamera ini juga bisa di akses meski Anda tak lagi berada pada satu jaringan WiFi yang sama. Hal ini saya coba ketika bepergian ke rumah orang tua selama beberapa hari. Saya tetap dapat mengakses tampilan kamera ini dengan lancar dan tajam melalui aplikasi EZVIZ, mengoperasikannya dengan menggerakan ke atas atau bergeser kanan kiri.

Namun, ada persyaratan yang harus Anda perhatikan untuk mendapatkan tampilan yang lancar dan tajam, serta pengoperasian pergerakan kamera. Pastikan koneksi yang Anda gunakan terjaga dan tidak terganggu. Jika tidak yakin dengan kestabilan jaringan WiFi Anda, Anda bisa memilih menggunakan kabel LAN.

Berkat resolusi 1080 piksel, rekaman demi rekaman yang masuk dalam bentuk notifikasi ke smartphone saya dapat ditampilkan dengan cukup jelas dan tajam. Format notifikasinya pun cukup menarik, berupa cuplikan gambar dari tiap detik adanya gerakan terdeteksi yang seolah-olah memutar file dengan format GIF. Dengan begini, saya langsung mendapatkan gambaran objek apa yang tertangkap dan bagaimana pegerakannya tanpa harus membuka aplikasi EZVIZ.

Terkait penyimpanan, meski sudah memiliki slot Micro SD untuk jenis menyimpan rekaman video, EZVIZ juga memiliki solusi untuk menyimpan file tersebut di cloud storage atau penyimpanan awan yang disebut CloudPlay.

Layanan ini akan memberikan Anda uji coba gratis selama 7 hari, di mana Anda dapat mengakses riwayat rekaman video Anda. Dengan fitur ini Anda bisa melihat semua rekaman yang terjadi selama 7 hari terakhir dari perekaman yang terjadi selama 24/7. Data tersebut akan disimpan dengan aman dan bisa di akses dari mana saja.

Tampilan visual saat kondisi gelap gulita juga cukup baik. Saya bahkan dapat melihat sampai ke bagian dapur dengan jarak yang cukup jauh dari kamera.

Kesimpulan

Kamera WiFi EZVIZ C6N sejatinya menawarkan fungsi layaknya kamera IP pada umumnya, hanya saja dengan tambahan beberapa fitur yang cukup menarik.

Proses instalasi yang mudah dan sangat informatif, mempermudah proses instalasi. Terlebih dengan adanya bantuan intruksi suara yang dikeluarkan kamera untuk menginformasikan sudah sejauh mana proses instalasi berjalan.

Fitur yang ditawarkan tergolong cukup komplit. Kamera WiFi dengan resolusi 1080p ini jujur saja sudah dapat menampilkan visual yang sangat tajam. Kamera ini juga sudah mendukung tampilan Infra Red yang bisa diandalkan ketika memantau kondisi ruangan dalam situasi cahaya yang dimatikan seluruhnya.

Dukungan sensor geraknya juga tergolong andal saat mendeteksi objek yang terpantau pada kameranya. Saya juga bisa mengaktifkan Auto Tracking untuk melihat arah pergerakan objek yang terpantau.

Meski memiliki slot Micro SD sebagai penyimpanan internal, EZVIZ juga menawarkan Cloud Storage yang bisa menjadi solusi penyimpanan yang bisa diakses dari mana saja.

Share
back to top