Red Hat Hybrid Cloud System tawarkan inovasi kompetitif

Pada kesempatan kali ini Red Hat mengumumkan Red Hat Hybrid Cloud System guna mempercepat inovasi dan memberikan keunggulan yang kompetitif.

Red Hat Hybrid Cloud System tawarkan inovasi kompetitif

Salah satu perusahaan penyedia solusi software open source kelas enterprise, Red Hat, baru-baru ini diakuisisi oleh perusahaan komputasi terkemuka International Business Machines (IBM). Ini adalah akuisisi yang cukup penting dan bisa disebut sebagai salah satu akuisisi teknologi terbesar yang pernah ada.

Meski demikian, hari ini (11/7) Direktur Manajemen Portofolio APAC Office of Technology, Red Hat, Brendan Paget menyatakan Red Hat tetaplah Red Hat, tidak ada perubahan struktur apapun. Malahan, mereka menyatakan akan lebih baik lagi untuk menghadirkan solusi untuk tingkat korporat.


BACA JUGA

AWS bekerjasama dengan pemerintah Indonesia beri pelatihan cloud

Pokemon Home jadi layanan cloud terbaru

Kolaborasi Sony dan Microsoft rancang pesaing Stadia


“Red Hat akan tetap mempertahankan indepensi dan netralitasnya, seperti kontribusi open source dan pengembangan model,” kata Brendan Paget.

Perusahaan software tersebut menyatakan tertarik diakuisisi oleh IBM lantaran ia merupakan salah satu perusahaan teknologi paling bertingkat dunia dengan rekam jejak inovasi dan keahlian di berbagai industri. Diinformasikan pula bahwa Red Hat dan IBM telah bermitra lebih dari 20 tahun demi menawarkan kelengkapan hardware, guna memenuhi keunggulan teknologi open source. Setelah akuisisi terpenuhi, mereka akan terus berkolaborasi demi kesuksesan bisnis konsumennya.

Pada kesempatan kali ini Red Hat juga mengumumkan Red Hat Hybrid Cloud System guna mempercepat inovasi dan memberikan keunggulan yang kompetitif. Selain fokus pada pembahasan strategi, kesempatan kali ini membahas pula peluncuran Red Hat Enterprise Linux 8 dan Red Hat OpenShift 4.

Sebagaimana yang diinformasikan oleh IDC, 70 persen pelanggan sudah menggunakan multicloud dan 64 persen aplikasi dalam portofolio IT saat ini telah berbasis lingkungan cloud, baik publik maupun pribadi. Red Hat Enterprise Linux 8 menjanjikan fondasi untuk portofolio hybrid cloud Red Hat dan mendukng beban kerja operasi yang membentang dari pusat data perusahaan ke beberapa cloud publik. Red Hat OpenShift 4 adalah platform enterprise Kubernetes generasi baru yang terpercaya milik Red Hat. Platform ini diklaim mengalami desain software baru agar mampu mengatasi rumitnya sistem produksi.

Enterprise Linux 8 dinyatakan mampu menghasilkan pengiriman yang lebih cepat dan lebih konsisten dalam jejak penggunaan apa pun dengan otomatisasi orsinil serta cakupan penuh. Platform ini digadang-gadang terdepan dan berfokus pada keamanan dalam infrastruktur cloud apa pun serta beban kerja yang muncul seperti untuk keperluan machine learning.

Open Hybrid Cloud sendiri merupakan penawaran cloud publik yang menghadirkan sumber daya komputasi dalam bentuk yang biasa disebut Infrastructure-as-a-Service (IaaS). Berdasarkan OpenStack, platform cloud open source terkemuka, banyak karakteristik cloud publik ini yang relatif menarik untuk beberapa aspek tradisional IT perusahaan. Pengguna, seperti pengembang, dapat menggunakan kartu kredit untuk mendapatkan akses ke sumber daya IT dengan sangat cepat, ketimbang menunggu berbulan-bulan untuk server baru.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: