Realita dibalik kekayaan Apple

Kini pertumbuhan Apple meningkat 14 persen dan menjadi perusahaan pertama senilai USD1 triliun

Realita dibalik kekayaan Apple (Foto: Shutterstock)

Apple memang menjadi perusahaan dengan penghasilan yang fantastis. Pencapaian itu dan kapitalisasi pasar sebesar USD877 miliar menjadikan Apple sebagai salah satu perusahaan yang paling berharga di dunia. 

Pada 12 Desember 1980, Apple menjual sahamnya ke publik dengan menjual 4,6 juta saham seharga USD22. Pada hari pertama IPO ditutup dengan saham seharga USD29, proses itu menciptakan 300 jutawan yang 40 di antaranya merupakan karyawan Apple sendiri. Kapitalisasi pasar Apple pada saat itu mencapai USD1,778 miliar.


BACA JUGA

Ternyata 1000 percakapan harian pengguna dengan Siri bocor

Apple bakal sematkan sensor gas dan jaringan 5G di Apple Watch

Face ID Apple akan bisa deteksi wajah dari berbagai sudut


Kini pertumbuhan Apple meningkat 14 persen dan diperkirakan bakal menjadi perusahaan pertama senilai USD1 triliun. Itu artinya, Apple telah meningkatkan nilai perusahaannya selama 37 tahun terakhir. Logikanya, semakin kaya perusahaan semakin sejahtera pula karyawannya. Bahkan dengan nilai tersebut, selayaknya karyawan Apple mampu menjadi miliarder setidaknya bagi para eksekutifnya.

Namun laporan dari Bloomberg tak menunjukkan hal tersebut. Laporan itu menyebut, hanya satu karyawan Apple yang menjadi miliarder, yaitu Chairman Apple, Art Levinson. kekayaan Levinson bahkan hanya sebagian kecil yang bersumber dari Apple. Sebagian besar kekayaannya berasal dari pekerjaannya di Genentech dimana dirinya merupakan Chairman sekaligus CEO. Levinson juga tercatat memiliki saham di Gooogle selama beberapa hari terakhir.

kepemilikan saham Steve Jobs sendiri di Apple senilai USD132 miliar. Namun ketika dirinya memutuskan hengkang dari perusahaan, Jobs menjual sahamnya sekitar USD100 juta kemudian mengumpulkannya lagi ketika Jobs kembali ke Apple.

Ketika Jobs meninggal pada 2011, Laurene Powell Jobs yang menjadi janda Jobs diyakini menerima saham senilai USD18 miliar. Namun wanita itu tak bekerja untuk Apple sehingga sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan di Disney yang diperoleh Jobs ketika membeli Pixar pada 2006.

Sementara itu, salah satu pendiri Apple yaitu Steve Wozniak memiliki 7,9 persen saham di Apple yang diyakini senilai USD69 miliar. Namun nyatanya, Wozniak meninggalkan Apple pada 1985 dan mengurangi kepemilikannya. Kekayaan bersihnya disebut hanya mencapai jutaan saja. "Kepemilikan bukanlah sesuatu yang saya pikirkan," kata Wozniak.

CEO Tim Cook sendiri memilili kekayaan USD600 juta di Apple sehingga tak disebut sebagai miliarder. Salah satu karyawan lain yang kinerjanya bagus yaitu Jony Ive. Namun kepemilikannya di Apple diyakini tak jauh berbeda dari kekayaan Tim Cook.

Kegagalan Apple dalam menghasilkan karyawan miliarder memang bukan merupakan tuntutan. Ini menunjukkan bahwa internal Apple tidak mengendalikan perusahaan dan merupakan hasil dari struktur pembayaran yang seimbang di antara para eksekutif Apple. Hal ini juga menunjukkan bahwa pemegang saham mendapatkan manajemen dengan harga dasar yang murah.

Menurut Indeks Pembayaran Blomberg, biaya kompensasi Apple sebagai persentase dari laba ekonomi merupakan yang terendah untuk perusahaan yang dijalankan oleh eksekutif berbayar terbaik di Amerika Serikat (AS). Demikian dilansir Phone Arena (12/4).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: