×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Ratusan siswa SMA dipaksa rakit Apple Watch Series 4

Oleh: Lely Maulida - Selasa, 30 Oktober 2018 11:41

Sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Hong Kong mengklaim siswa sekolah menengah dipekerjakan untuk Apple secara ilegal.

Ratusan siswa SMA dipaksa rakit Apple Watch Series 4 (Foto: TNW)

Sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Hong Kong mengklaim siswa sekolah menengah dipekerjakan untuk Apple secara ilegal. Mereka kabarnya dipekerjakan oleh Quanta Computer untuk merakit Apple Watch di daratan China. Bulan lalu perusahaan itu memang dilaporkan memproduksi Apple Watch Series 4 dalam kapasitas maksimum.

Dugaan kuat, para siswa itu dikirimkan ke Quanta oleh guru mereka dengan status magang. Dalam laporan The Financial Times, Sacom, kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Hong Kong menuduh Quanta Computer - pemasok Apple Taiwan, secara ilegal mempekerjakan siswa untuk merakit jam tangan Apple di kota Chongqing, Tiongkok.

Dalam laporan yang sama, Sacom mengatakan telah mewawancarai 28 siswa sekolah menengah di pabrik Quanta Computer di Chongqing musim panas ini. Para siswa sendiri mengarakan mereka dikirimm ke pabrik oleh guru mereka untuk magang. Akan tetapi, pekerjaan yang mereka lakukan sama seperti karyawan lain. 

Mereka bahkan seringkali bekerja lembur dan ikut shift malam. Padahal kedua hal itu ilegal bagi pelajar magang, seperti tercantum dalam hukum Tiongkok. 11 siswa di antaranya menyebutkan guru mereka tak akan meluluskan mereka tepat waktu, jika mereka tidak menyelesaikan magang. 

Tak hanya itu, sekitar 120 siswa lainnya juga mengikuti magang. Namun mereka ditempatkan di lantai empat pabrik F5 milik Quanta di Chongqing. Mereka mengerjakan tugas layaknya robot dimana pekerjaannya berulang. "Kami mengulangi prosedur yang sama hingga ratusan bahkan ribuan kali setiap hari, seperti robot," kata salah satu siswa diantara 120 siswa tersebut.

Dilansir 9to5mac, Apple kabarnya telah membuka penyelidikan atas klaim itu. Apple menetapkan kriteria ketat untuk pamasoknya itu, mencakup persyaratan untuk mematuhi undang-undang ketenagakerjaan.

×
back to top