PT DCI Indonesia bangun data center baru di Cibitung

Pembangunan ini merupakan salah satu wujud nyata komitmen mereka untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia

PT DCI Indonesia bangun data center baru di Cibitung Toto Sugiri, Presiden Direktur PT DCI Indonesia.

Penyedia layanan pusat data (data center) dengan sertifikasi Uptime Institute Tier IV Facility, PT DCI Indonesia, hari ini (24/3) melakukan kegiatan pemasangan atap bangunan (topping off) gedung kedua dari total delapan gedung yang akan dibangun di kompleks data center. Gedung yang diberi nama JK2 tersebut dibangun di kompleks data center seluas 3,6 hektar yang berlokasi di kawasan industri Cibitung, Bekasi. PT DCI Indonesia menyatakan bahwa pembangunan JK2 merupakan salah satu wujud nyata komitmen perusahaan untuk terus mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

“Adopsi teknologi dari perusahaan e-commerce, konten, dan terutama cloud membutuhkan data center dengan daya komputasi yang besar,” kata Presiden Direktur PT DCI Indonesi, Toto Sugiri. Sebagai nilai tambah, DCI juga menawarkan interkoneksi di dalam ekosistem yang sama sehingga memberikan kemudahan akses dan efisiensi biaya.”


BACA JUGA

Pokemon Home jadi layanan cloud terbaru

Kolaborasi Sony dan Microsoft rancang pesaing Stadia

NetApp soroti perkembangan cloud di tahun 2019


Mulai beroperasi sejak bulan Mei 2013, DCI telah melayani klien dari berbagai bank, asuransi, perusahaan telekomunikasi, e-commerce dan cloud. Toto juga menginformasikan bahwa ada lebih dari seratus klien perusahaan lokal maupun internasional yang menggunakan jasa DCI. Sejak tahun yang sama pula DCI bermitra dengan Equinix, perusahaan pengelola data center global yang beroperasi di 44 negara di dunia dan terkoneksi ke lebih dari 9.500 pelangannya di seluruh dunia.

Perusahaan finansial berskala besar dengan standar tinggi dan paling teregulasi membutuhkan layanan data center yang andal, aman, serta terpercaya dengan standar operasional global. Oleh karena itu, DCI menyatakan bahwa mereka menjadi pemimpin pasar untuk melayani perusahaan finansial tersebut sebagai data center utama mereka.

“Kami memiliki strategi untuk membentuk ekosistem yang bermantaat untuk klien. Sebagai contoh sistem finansial pasti membutuhkan perusahaan pembayaran seperti kartu kredit dan sistem pembayaran seperti ini dibutuhkan oleh perusahaan cloud, e-commerce, dan OTT yang ada di dalam data center kami. Hal ini memberikan nilai tambah, terutama biaya yang lebih efisien secara jangka panjang. Sehingga kami merancang ekosistem ini secara sistematis dari awal,” tutup Toto.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: