sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id qnap
Kamis, 03 Des 2020 09:05 WIB

Produksi ponsel global alami peningkatan karena pandemi mereda

Apple mendapat sedikit kenaikan sebesar 2% QoQ untuk produksi di Q3. Dengan demikian, ia duduk di belakang raksasa Tiongkok di tempat ke-4 dengan 42 juta unit.

Produksi ponsel global alami peningkatan karena pandemi mereda
Source: TrendForce via Gizmochina

Industri ponsel sedang bersiap untuk mengalami kebangkitan akibat pandemi. Hal ini terbukti dalam laporan TrendForce Q3 2020. Oleh karena itu, perusahaan Tiongkok seperti Xiaomi dan OPPO telah meningkatkan taruhannya dalam produksi ponsel di Q3 2020 dengan margin per kuartal (QoQ) yang besar. Laporan tersebut memprediksikan juga bahwa tren ini akan berlanjut hingga tahun 2021.

TrendForce telah merilis laporan tentang produksi ponsel global untuk Q3 2020 bersama dengan prediksi untuk Q4 2020, dan seterusnya. Dilansir dari Gizmochina (3/12), produksi ponsel global mencapai total 336 juta di Q3. Ini adalah 20% QoQ dari Q2 dan peningkatan QoQ tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu, kenaikan ini dilaporkan karena pendemi mereda, musim liburan, dan target perusahaan yang tinggi.

Seperti tabel di atas, perusahaan Tiongkok seperti Xiaomi, OPPO berada di dekat Samsung (23,2%) dengan pangsa pasar masing-masing 13,2% dan 13,4%. Namun, meski pangsa pasarnya lebih rendah, produksi Xiaomi dan OPPO telah tumbuh sebanyak 51% dan 64% di Q3 2020. Sebagai perbandingan, Samsung hanya tumbuh sekitar 42%. Selanjutnya, Xiaomi dan OPPO dilaporkan akan meningkatkan produksi pada Q4 dan masing-masing mencapai sekitar 47 dan 46 juta unit produksi.

Apple mendapat sedikit kenaikan sebesar 2% QoQ untuk produksi di Q3. Dengan demikian, ia duduk di belakang raksasa Tiongkok di tempat ke-4 dengan 42 juta unit. Namun, dengan peluncuran seri iPhone 12, mereka akan mengalami peningkatan secara substansial pada Q4 2020. Meskipun menunjukkan penurunan QoQ sebesar 19%, Huawei berhasil membuat 42 juta unit pada tahun 2020. Dengan ini, tidak hanya berhasil menyamakan Apple dalam produksi tetapi juga mempertahankan posisi pasar di daerah tertentu.

Mengenai persediaan, Huawei telah menimbun cukup chipset dengan melakukan pesanan sebelum batas waktu AS tiba. Sebagai informasi, AS telah mengubah peraturan dan mewajibkan mendapatkan lisensi untuk memasok Huawei. Akibatnya, perusahaan ini mungkin memasuki tahap kelangkaan pada Q1/Q2 2021 jika perizinan menjadi masalah. Dalam tabel tersebut, Vivo berhasil mendapatkan posisi terakhir dengan hanya 30 juta unit produksi pada tahun 2020 meskipun kenaikan QoQ 13%.

Memasuki Q4 2020, laporan tersebut memperkirakan kisaran produksi 351 juta unit dengan kenaikan QoQ 4%. Meskipun mengalami penurunan tahunan (YoY), produksi akan terus pulih secara bertahap dari pandemi. Tetapi ini tunduk pada tanggapan dari industri semikonduktor dan skenario geopolitik. Intinya, produksi ponsel global akan berada di sekitar 1,25 miliar unit untuk tahun 2020. Namun, hal tersebut dapat meningkat menjadi 1,36 miliar unit pada 2021 dengan 5G yang terus menjadi pusat daya tarik.

Share
×
tekid
back to top