Pengguna Chrome mobile bisa masuk situs Google pakai sidik jari

Para pengguna akan dapat masuk ke beberapa akun Google dengan menggunakan sidik jari dari peramban Google mobile.

Pengguna Chrome mobile bisa masuk situs Google pakai sidik jari

Samsung baru saja menggulirkan pembaruan terhadap peramban bawaan di perangkat mereka. Para pengguna di beberapa perangkat pun dapat masuk ke layanan tertentu hanya dengan melakukan otentikasi biometrik, yang membuat pengguna tak lagi harus memasukkan kata sandi.

Merasa tak ingin ketinggalan, Google pun kabarnya mengikuti apa yang Samsung lakukan. Mereka melakukan pembaruan di beberapa peramban Chrome milik pengguna, dan melakukan pengetesan hal yang sama.


BACA JUGA

Google rancang algoritma penerjemah bahasa isyarat

Google kembali hapus 85 aplikasi mengganggu dari Play Store

Google ketahuan uji fitur baru untuk Duo


Para pengguna pun akan dapat masuk ke layanan Google tertentu dengan hanya menggunakan sidik jari. Namun sekali lagi, layanan ini baru akan bisa digunakan di peramban Chrome saja,

Wccftech (13/8) mengatakan, perangkat Pixel milik Google akan mendapatkan fitur ini terlebih dahulu. Dalam beberapa minggu ke depan barulah semua perangkat Android yang menjalankan OS Android 7.0 Nougat mendapatkan fitur ini.

Selain itu, diketahui juga fitur ini bahkan memungkinkan pengguna untuk menggunakan metode membuka kunci yang sama dengan ponsel Anda, seperti PIN, pola, dan kata sandi selain menggunakan metode biometrik saja.

Untuk menggunakannya, pengguna tinggal membuka peramban Chrome di smartphone mereka, kemudian masuk ke passwords.google.com. Kemudian, pilih situs yang kata sandinya sudah Anda simpan.

Lalu, akan muncul peringatan berupa “Verifikasi bahwa itu adalah Anda". Setelah itu pengguna harus mengautentikasi menggunakan metode membuka kunci pilihan mereka.

Setelah itu, para pengguna sudah dapat masuk ke situs tertentu dengan hanya menggunakan sidik jari mereka.

Fungsionalitas baru ini dibangun menggunakan FIDO2 dan protokol WebAuthn. Ini merupakan standar terbuka yang dapat digunakan sebuah situs untuk mengamankan login berbasis web karena FIDO2 jauh lebih aman daripada kata sandi biasa.

Semua perangkat Android yang menjalankan versi 7.0 atau lebih baru, memiliki sertifikasi FIDO2. Salah satu keuntungan utama dari menggunakan otentikasi berbasis perangkat daripada kata sandi tradisional adalah menghilangkan kemungkinan kehilangan data untuk upaya phishing.

Namun, kami sangat menyarankan Anda menggunakan pengelola kata sandi yang kuat bersama dengan 2FA untuk situs web non-Google karena mereka belum mendukung fitur ini. Anda harus berharap untuk melihat fungsionalitas ditayangkan di Chrome untuk Android dalam beberapa minggu mendatang.

Sekadar informasi, sebelumnya pengguna Android sudah dapat menggunakan sidik jari mereka untuk mengautentikasi beberapa pembelian pada layanan seperti Google Pay dan Play Store.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: