Microsoft segarkan lini Surface awal bulan depan
Meski dikabarkan desain baru dari beberapa lini Surface baru akan hadir tahun depan, namun Microsoft akan melakukan pembaruan di lini hardware
Microsoft Surface (Microsoft)
Microsoft tampaknya masih terus mencoba untuk menjajah pasar laptop dan tablet dengan produk andalan mereka, yakni Surface. Hal ini ditunjukkan dengan dipersiapkannya penyegaran dari lini Surface, yang akan diluncurkan dalam waktu yang sangat dekat ini.
Dalam sebuah undangan, terlihat bahwa perusahaan piranti lunak asal Amerika tersebut akan mengadakan acara peluncuran pada 2 Oktober mendatang. Para penggemar pun sudah tak sabar melihat inovasi apa yang akan dihadirkan Microsoft di perangkat Surface terbaru.
Sayangnya, dalam undangan tersebut masih belum diketahui secara pasti bocoran dari perangkat yang mereka akan luncurkan. Ubergizmo menyebut jika Microsoft hanya menulis ‘moment of your time’ di salah satu muka dari undangan tersebut.
Beberapa laporan menyebut jika Surface Pro akan mendapatkan perubahan desain yang cukup drastis. Namun mengingat pendeknya waktu pengembangan, ada rumor jika pembaruan ini baru akan meluncur pada 2019.
- MSI Rilis Prestige Series Terbaru dengan Intel Core Ultra Series 3
- Colorful EVOL P15 Meluncur dengan NVIDIA GeForce RTX 50 Series, Siap Dongkrak Performa Gaming dan Konten Kreatif
- Tips Memilih Laptop Gaming Terbaik Sesuai Budget dan Gaya Bermain
- MSI Luncurkan Prestige 13 AI+ Ukiyo-e Edition, Laptop Edisi Terbatas yang Padukan Seni dan Teknologi AI
Meski tidak memiliki penyegaran di sisi desain, namun yang pasti Microsoft pun akan membawa penyegaran di hardware-nya. Jajaran prosesor terbaru dan beberapa penyegaran lain akan disematkan di dalam produk terbaru mereka.
Disisi lain, banyak juga orang yang mengharapkan jika Microsoft melakukan pembaruan di lini Surface Studio serta Microsoft all-in-one PC. Hal ini wajar mengingat kedua model tersebut belum mendapatkan penyegaran selama dua tahun.
Namun, jangan harap untuk melihat perangkat Surface Phone di ajang kali ini. Hal ini dikarenakan strategi Microsoft yang kini sedang fokus dalam menyebar layanan mereka di perangkat iOS dan Android.








