sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id poco
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id telkomsel
  • partner tek.id samsung
Senin, 11 Mar 2024 16:06 WIB

Mengulas peran 5G, AI, dan Cloud dalam menggerakkan ekonomi digital baru bersama Think with Google

Konvergensi 5G, kecerdasan buatan (AI), dan cloud mendorong lahirnya ekonomi digital baru untuk konsumen dan perusahaan.

Mengulas peran 5G, AI, dan Cloud dalam menggerakkan ekonomi digital baru bersama Think with Google
Sumber: Google

Kehadiran era transformasi digital saat ini memberikan dampak yang sangat dirasakan di berbagai industri, terutama dalam industri telekomunikasi di mana konvergensi konektivitas 5G, kecerdasan buatan (AI), dan cloud memacu lahirnya ekonomi digital baru yang ditujukan untuk konsumen dan perusahaan.

Mobile World Congress (MWC) menjadi saksi momentum transformasi digital dengan 5G, kecerdasan buatan (AI), dan cloud sebagai pilar utama menggerakkan ekonomi digital baru. Sebanyak 101.000 peserta dari operator seluler dan perusahaan teknologi bergabung untuk membahas dampak serta tantangan dalam percepatan digital ini.

Dilansir dari laman Think with Google (10/3), Ankur Jain, VP Google Distributed Cloud and Telecom, menyoroti bahwa tahun 2024 akan menjadi periode peluncuran produk AI terbaru setelah fase eksperimen pada 2023. Kolaborasi antara Google dan Orange dalam uji coba Generative AI (GenAI) menjadi tonggak keberhasilan dalam meningkatkan efisiensi pusat kontak.

Pandangan dari Jean Lawrence, VP Pemasaran & Komunikasi di Nokia, menekankan peran krusial cloud dalam mendukung model bisnis yang lebih inovatif. Nokia, sebagai perusahaan yang semula dikenal dengan produk ponsel, kini mengarah ke Software-as-a-Service (SaaS), membuka pintu bagi pelanggan untuk terhubung dan menggunakan aplikasi berbasis cloud melalui internet.

Selain itu, Solusi AI seperti AVA Energy Efficiency yang digunakan oleh Nokia membuktikan bahwa teknologi dapat membawa dampak positif pada efisiensi energi, memberikan kontribusi signifikan dalam upaya keberlanjutan.

Lara Dewar, CMO GSMA, menyoroti pesatnya adopsi teknologi Generative AI (GenAI) dalam industri telekomunikasi. Dalam pidatonya di MWC Barcelona 2024, Mats Granryd, Direktur Jenderal GSMA, mengungkapkan bahwa organisasi di seluruh dunia semakin menggunakan AI untuk mengoptimalkan operasional dan interaksi pelanggan.

Meskipun terdapat momentum positif, GSMA tetap berhati-hati terkait tantangan yang mungkin muncul dalam adopsi teknologi ini. Untuk mengatasi masalah ini, GSMA berkolaborasi dengan IBM untuk memastikan adopsi dan pengembangan keterampilan GenAI di sektor telekomunikasi bersifat inklusif dan menghindari kesenjangan adopsi.

Hamad Almarzouq, Chief Enterprise Business Officer Zain Group, memandang ke depan dengan fokus pada sektor enterprise. Zain Kuwait, sebagai bagian dari Zain Group, berusaha untuk meningkatkan pemanfaatan jaringan 5G dengan menargetkan sektor energi dan ritel. Penawaran jaringan 5G pribadi untuk sektor energi, dengan dukungan aplikasi cloud khusus, dianggap sebagai langkah strategis untuk mengatasi tantangan monetisasi 5G.

Dalam perspektifnya, Ignacio Juan Garcia, CIO Vodafone Group, menunjukkan bahwa Vodafone tidak hanya mengandalkan AI untuk meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga dalam meningkatkan pengalaman pelanggan. Penggunaan Speech Analytics sebagai solusi GenAI di Italia memproses ribuan transkrip pelanggan setiap hari, memungkinkan identifikasi "deep detractors" dan memberikan dukungan secara personal.

Transformasi 5G, AI, dan cloud bukan sekadar perubahan teknologi, melainkan evolusi mendalam menuju ekonomi digital yang lebih cerdas dan kuat. Hal ini tentu akan menghadirkan sebuah tantangan yang berkelanjutan. Proses ini membutuhkan kolaborasi lintas sektor, inovasi yang tak henti, dan kesiapan untuk menghadapi tantangan demi mewujudkan visi masa depan yang lebih terkoneksi dan berkelanjutan.

Share
×
tekid
back to top