iPhone 2018, gunakan Intel atau MediaTek daripada Qualcomm
Buntut saling tuntut antara Qualcomm dan Android, bisa mempengaruhi produk iPhone 2018 mendatang.
Perseteruan legalitas antara Qualcomm dan Apple nampaknya makin memuncak. Laporan BGR (26/12), menyebutkan, bahwa akan ada kans Apple untuk menghentikan kerjasama dengan Qualcomm sebagai rekan penyedia suku cadang mereka. Padahal selama ini Apple dan Qualcomm cukup awet bekerjasama dalam suplai spare part, baik chipset dan modem bagi produk iPhone.
Imbas dari keputusan pengadilan antara Qualcomm melawan Apple nantinya, adalah masa depan iPhone itu sendiri. Ada kemungkinan besar Apple akan bekerjasama mengembangkan chipset dan modem baru, dengan Intel. Namun rumor yang santer terdengar adalah, Apple kemungkian menggandeng MediaTek sebagai penyuplai modem bagi iPhone 2018. Intel sendiri mendapat separuh bagian (50 persen), suplai modem di produk iPhone 2018 mendatang.
Apple dan Qualcomm terlibat perseteruan. Digital Trends (24/12), menurunkan laporan bila Qualcomm telah mempermahal royalti teknologi yang dipakai di produk Apple. Qualcomm meminta Apple untuk membayar persentase royalti paten teknologi mereka, dari pendapatan Apple lewat penjualan iPhone.
- Qualcomm Rilis Snapdragon X2 Plus untuk Laptop Windows on Arm yang Lebih Terjangkau
- Qualcomm Siapkan Kejutan Setelah Rilis Snapdragon 8 Elite Gen 5, Diduga Akan Ada Chipset Khusus untuk Ponsel Samsung Terbaru
- Serius Tantang Apple M4 Max, Qualcomm Bakal Bikin Laptop Makin Kencang Lewat Snapdragon X2 Elite Extreme
- Snapdragon 8 Elite Gen 5 Resmi Meluncur, Performa Lebih Ganas dengan AI Lebih Responsif
Gugatan Qualcomm ini sampai terjadi di tiga negara. Di Amerika Apple digugat USD1 miliar. Sementara di Cina dan Inggris Qualcomm menggugat Apple sebesar USD145 juta. Isu ini sampai membuat Qualcomm meminta regulator perdagangan Amerika untuk memboikot impor iPhone.








