Intai penguntit, konser Taylor Swift pakai kamera pengenal wajah

Pada konser yang digelar 18 Mei di Rose Bowl, kamera pengenal wajah dipasang dalam sebuah kios untuk mengenali penguntit.

Intai penguntit, konser Taylor Swift pakai kamera pengenal wajah (Foto: Evening Standard)

Penggunaan teknologi pengenal wajah kini tak hanya diterapkan di smartphone saja, melainkan di berbagai perangkat. Taylor Swift juga memanfaatkan teknologi itu. Namun yang menarik, pengenal wajah dimanfaatkan penyanyi kelahiran 1989 tersebut dalam konsernya.

Pada konser yang digelar 18 Mei di Rose Bowl, kamera pengenal wajah dipasang dalam sebuah kios untuk mengenali penguntit. Rolling Store melaporkan, kios itu sengaja didirikan dengan memutarkan klip Taylor Swift saat latihan. 


BACA JUGA

Berbasis Lumix FZ1000 II, Leica V-Lux 5 dibanderol Rp17 juta

Canon G5 X Mark II bisa potret foto 30 fps

Canon punya kamera vlogging terbaru


Kamera itu kabarnya mengambil foto siapa saja yang berhenti untuk melihat klip bintang pop tersebut. Perangkat tersebut kemudian mengirimkan foto ke "pos komando" di Nashville, Tennessee. Foto itu kemudian dicocokkan dengan gambar ratusan penguntit ternama Taylor Swift.

Belum diketahui siapa yang kini memiliki foto para penonton konser atau berapa lama foto disimpan. Seorang perwakilan Swift juga belum memberikan tanggapannya terkait apakah penggemar diinformasikan tentang penggunaan kamera pengenal wajah.

Kabar tentang penggunaan kamera pengenal wajah ini mencuat karena teknologi tersebut terus menghasilkan masalah privasi. Awal bulan ini Persatuan Kebebasan Sipil Amerika menyatakan  Secret Service berencana untuk menyebarkan teknologi pengenal wajah di dalam dan sekitar Gedung Putih.

Staf di Gedung Putih akan turut menjadi target dalam program itu, termasuk mereka yang berjalan di luar Gedung Putih. Program yang diusulkan itu menimbulkan kekhawatiran kerena ketidakjelasan Secret Service dalam menentukan subjek utama.

Bagi Taylor Swift dan timnya sendiri, penggunaan kamera pengenal wajah memang bisa dimaklumi. Hal tersebut guna menjaga penggemar yang sulit diatur dalam proses pemeriksaan sebelum konser.

Dilansir (13/12), pekan lalu seorang penggemar menerobos ke rumah Taylor Swift, mandi dan tidur di tempat tidurnya. Dia kemudian menjalani hukuman penjara selama enam bulan. September lalu Swift juga mencari perlindungan dari penggemar akibat ancaman pembunuhan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: