sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id advo
Senin, 22 Feb 2021 08:37 WIB

Ini yang terjadi apabila kamu tidak setuju dengan pembaruan kebijakan di WhatsApp

Sebuah laporan menunjukkan kalau WhatsApp tidak akan menghapus akun yang tidak menyetujui kebijakan baru, melainkan mengurangi fungsionalitas aplikasi.

Ini yang terjadi apabila kamu tidak setuju dengan pembaruan kebijakan di WhatsApp
Source: Pexels

WhatsApp telah melakukan sejumlah upaya untuk memastikan keamanan layananan. Setelah pembaruan kebijakan privasi diundur, perusahaan kerap memberikan informasi terkait kepada pengguna melalui berbagai cara, seperti dengan muncul di Status. Dan kini, perusahaan menyarankan pengguna untuk meninjau kembali perubahan kebijakan sebelum tanggal efektif 15 Mei.

Pengguna WhatsApp harus menyetujui kebijakan privasi yang akan aktif pada Mei mendatang. Apabila pengguna tidak menyetujui, maka secara otomatis mereka akan kehilangan kemampuan untuk mengirim atau menerima pesan.

Dilansir dari AppleInsider (22/2) yang pertama kali ditemukan TechCrunch, sebuah email ke mitra pedagang mengatakan WhatsApp tidak akan menghapus akun pengguna yang tidak menerima pembaruan kebijakan. Namun, tidak akan memiliki fungsionalitas penuh dari WhatsApp sampai mereka menyetujuinya.

“Untuk waktu yang singkat, Anda akan dapat menerima panggilan dan pemberitahuan, tetapi tidak akan dapat membaca atau mengirim pesan dari aplikasi,” kata WhatsApp. Tidak diketahui berapa lama ‘waktu singkat’ yang dimaksud, namun yang pasti aplikasi akan menghapus akun setelah 120 hari tidak aktif.

Sementara itu, pengguna diberitahu dapat mengekspor riwayat obrolan dan mengunduh laporan akun mereka sebelum 15 Mei. Saran penghapusan juga ditawarkan, tetapi dengan peringatan lebih lanjut bahwa langkah tersebut tidak dapat dibatalkan. 

Seperti diketahui, WhatsApp mengalami reaksi tidak terduga dari pengguna yang khawatir tentang perubahan kebijakan privasi. Perubahan kebijakan sendiri memperbarui bagaimana obrolan bisnis disimpan untuk server Facebook

Sayangnya, reaksi menyebabkan jutaan eksodus ke layanan pesan lain, termasuk Telegram dan Signal yang dinilai tidak dapat membaca percakapan terenkripsi. Sejak saat itu, perusahaan mulai menggaungkan kembali fitur pesan terenkripsinya yang telah lama disematkan pada aplikasi.

Share
×
tekid
back to top