sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id realme
Rabu, 05 Okt 2022 17:26 WIB

Ini tren cloud yang bakal terjadi di Indonesia

Country Manager IDC Indonesia Mevira Munindra memaparkan implementasi cloud yang akan menjadi tren di kalangan perusahaan, yaitu hybrid cloud environment dan multi cloud adoption.

Ini tren cloud yang bakal terjadi di Indonesia

Salah satu penyedia layanan cloud asal Tiomgkok, Huawei Cloud belum lama ini melebarkan sayapnya di Indonesia. Perusahaan mengumumkan rencana peluncuran Region baru di Tanah air, serta lebih dari 60 layanan cloud baru yang menawarkan pengalaman pengguna di bidang e-commerce, platform video pendek, gim online, serta asuransi dan keuangan.

Hadirnya Huawei Cloud sejalan dengan riset IDC yang memperkirakan pertumbuhan penggunaan public cloud. IDC memprediksi, 60% organisasi secara global akan mengimplementasikan layanan hybrid cloud per tahun 2025 dan khususnya di Indonesia pertumbuhan sebesar 24% oleh perusahaan-perusahaan.

Kepada Tek.id, Country Manager IDC Indonesia Mevira Munindra memaparkan implementasi cloud yang akan menjadi tren di kalangan perusahaan terbagi menjadi dua, yaitu hybrid cloud environment dan multi cloud adoption.

Hybrid cloud environment artinya perusahaan menggunakan teknologi on-premises dan cloud dalam environment digitalnya. Hal ini dipertimbangkan untuk memaksimalkan infrastruktur digital suatu perusahaan.

Sementara itu, perusahaan yang mulai menggunakan beragam solusi dan layanan cloud di dalam operasi dan proses bisnisnya, disebut multi cloud adoption. Teknologi cloud ini biasanya berkembang dalam perjalanan transformasi digital perusahaan tersebut.

"Perusahaan di Indonesia sudah mulai mengadopsi solusi dan infrastruktur cloud untuk mempercepat transformasi digital di dalam perusahaannya, yang kedepannya dilihat akan menjadi fondasi infrasktuktur digital dalam perjalanan transformasi digital mereka," ujar Mevira kepada Tek.id (5/10).

IDC melaporkan lebih banyak perusahaan di Indonesia kini menyisihkan lebih banyak anggaran untuk teknologi cloud. 62% perusahaan dicatat meningkatkan pengeluaran cloud publik, sementara 61% menunjukkan jumlah pengeluaran untuk teknologi tradisionalnya tetap sama atau bahkan dikurangi.

Share
×
tekid
back to top