IBM keluarkan Rp517 triliun untuk akusisi Red Hat

Kesepakatan itu adalah yang terbesar dari IBM. CNBC mencatat bahwa IBM baru-baru ini melaporkan perlambatan penghasilan terakhir, karena mereka mengejar kompetitor seperti Microsoft dan bisnis cloud milik Amazon.

IBM keluarkan Rp517 triliun untuk akusisi Red Hat

International Business Machines atau yang akrab dikenal sebagai IBM mengumumkan bakal mengakuisisi Red Hat. Dilansir dari The Verge (28/10), keputusan IBM mengambil alih perusahaan software open-source tersebut adalah agar dapat membantu tujuannya menjadi provider komputasi cloud. Kesepakatan tersebut dikabarkan mencapai USD34 miliar (Rp517 triliun).

Red Hat sendiri mendeskripsikan mereka sebagai sebuah provider pemimpin software dan layanan open-source untuk konsumen enterprise yang berfokus pada komputasi cloud dan server Linux. Pada tahun 2012, Red Hat menjadi perusahaan pertama yang menawarkan software open-source dengan pendapatan melebihi USD1 miliar (Rp15 triliun). Kini mereka akan menjadi bagian dari divisi IBM Hybrid Cloud.


BACA JUGA

NetApp soroti perkembangan cloud di tahun 2019

ViBi Cloud luncurkan solusi cloud untuk UMKM dan bisnis menegah

Infinys luncurkan layanan cloud VM baru untuk UMKM


IBM mengklaim bahwa layanannya akan memungkinkan lebih banyak bisnis untuk mengubah operasinya secara online, dan sifat kepemilikan sistem cloud yang ada berarti lebih sulit untuk memindahkan dan mengamankan data dari sistem ke sistem.

“Sebagian besar perusahaan saat ini hanya menggunakan 20 persen sepanjang perjalanan komputasi cloud mereka, menyewa kekuatan komputer untuk memangkas biaya. 80 persen sisanya adalah tentang membuka nilai bisnis riil dan mendorong pertumbuhan,” kata Chairman, President and CEO IBM, Ginni Rometty.

Menurut Reuters, kesepakatan itu adalah yang terbesar dari IBM. CNBC mencatat bahwa IBM baru-baru ini melaporkan perlambatan penghasilan terakhir, karena mereka mengejar kompetitor seperti Microsoft dan bisnis cloud milik Amazon. Setelah menjadi produsen hardware besar, IBM telah mengalihkan fokus sejak tahun 1990-an untuk berfokus pada layanan web hosting.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: