GSMA lakukan peraturan ketat untuk antisipasi virus Corona di MWC 2020
Pihak GSMA memberlakukan peraturan ketat bagi pengunjung MWC 2020 guna mengantisipasi penularan virus Corona.
Credit : TechCruch
Beberapa minggu lagi pagelaran Mobile World Congress segera dibuka. Namun sayang, dikarenakan adanya isu terkait penyebaran virus Corona di Tiongkok, beberapa perusahaan dikabarkan mengundurkan diri dari ajang tersebut.
Beberapa perusahaan, seperti ZTE, LG, NVIDIA dan Ericsson sudah melayangkan surat pengunduran diri dari ajang tersebut. Sontak saja, penyelenggara MWC, yakni GSMA pun cukup kaget.
Untuk menghargai para vendor yang masih ingin melanjutkan pameran di ajang tersebut, pihak GSMA pun memperketat aturan untuk masuk ke MWC 2020. Salah satunya adalah larangan pengunjung yang berasal dari provinsi Hubei, Wuhan, Cina.
CEO GSMA, John Hoffman mengatakan, peraturan baru lainnya yang akan diterapkan seperti semua pelancong yang telah berada di Tiongkok perlu menunjukkan bukti bahwa mereka telah berada di luar Tiongkok 14 hari sebelum acara, dibuktikan dengan cap paspor atau sertifikat kesehatan.
- POCO Tebar Promo Akhir Bulan, C81 Pro dan F7 Ultra Dijual dengan Harga Lebih Murah
- Paket Lengkap Infinix HOT 70: Desain Tipis, Gaming Lancar, Baterai Tahan Lama
- POCO C81 Pro Rilis di Indonesia, Hape Rp1 Jutaan dengan Baterai Besar dan Layar Lebar
- POCO X8 Pro Bakal Jadi Senjata Baru Gamer Naik Level di MLBB Season 40, Ini Alasannya
Mereka juga akan memeriksa suhu semua pengunjung yang hendak masuk ke acara tersebut. Peserta juga harus mensertifikasi sendiri bahwa mereka belum melakukan kontak dengan siapa pun yang terinfeksi, seperti dilaporkan Techcrunch (10/2/2020).
Seperti diketahui, hingga saat ini, lebih dari 900 orang telah meninggal karena virus Corona. Jumlah kematian ini melebihi 774 orang yang terbunuh oleh SARS yang merebak sekitar tahun 2002-2003. Hoffman menambahkan bahwa penyelenggara akan meningkatkan program disinfektan di sekitar situs dan mempromosikan "kebijakan tidak berjabat tangan".
Seperti yang dicatat organisasi tersebut, sekitar 5.000-6.000 orang dari China menghadiri pertunjukan setiap tahun, dengan jumlah sekitar 5-6 persen pengunjung.








