Google Search hingga Gmail diblokir di Rusia

Setelah Telegram, pengguna di Rusia mengaku tak bisa mengoperasikan layanan Google seperti Gmail dan Google Search

Google Search hingga Gmail diblokir di Rusia (Foto: American Genius)

Telegram belum lama ini diblokir di negara asalnya Rusia. Tampaknya negara tersebut memang tengah gencar meningkatkan keamanannya dengan mensortir aplikasi yang yang dinilai mengancam. 

Keputusan pemblokiran itu rupanya juga berdampak pada Google, dan kini pengguna mengaku tak bisa mengoperasikan layanan Google. Raksasa teknologi itu juga telah mengonfirmasi bahwa layanannya terdampak pemblokiran di Rusia. Beberapa produk Google yang terdampak diantaranya Google Search, Gmail, dan push notification untuk aplikasi Android. 


BACA JUGA

Update terbaru Google Apps, dukung tampilan layar ponsel lipat

Ciuman bisa langsung dijepret Google Camera

Ciuman bisa langsung dijepret Google Camera


"Kami menyadari laporan bahwa beberapa pengguna di Rusia tidak dapat mengakses beberapa produk Google, dan sedang menyelidiki laporan tersebut," kata juru bicara Google dalam sebuah email

Regulator Rusia Roskomnadzor (RKN) juga telah mengumumkan bahwa mereka memperluas pemblokiran Internet Provider (IP) hingga ke layanan Google. RKN bahkan telah memblokir hampir 19 juta alamat IP dengan puluhan layanan pihak ketiga yang juga menggunakan Google Cloud dan Amazon AWS, seperti Twitch dan Spotify. Sayangnya Amazon belum memberikan komentar.

Rusia merupakan salah satu negara di dunia yang telah menerapkan firewall digital, memblokir konten tertentu secara berkala maupun permanen. Beberapa pengguna diketahui beralih ke VPN untuk mengakses konten yang diblokir tersebut, termasuk Telegram.

"RKN menggunakan cara yang buruk dalam memblokir Telegram, sehingga kebanyakan orang tetap menggunakannya tanpa perantara," kata Ilya Andreev, COO dan pendiri Vee Security, yang telah menyediakan layanan proxy untuk melewati larangan tersebut.

Saat ini, layanan tersebut mampu mendukung hingga dua juta pengguna secara bersamaan. Namun jumlah tersebut hanya menampung proporsi relatif kecil mengingat Telegram memiliki sekitar 14 juta pengguna di Rusia.

Belum jelas bagaimana nasib Google dan Amazon di Rusia, begitu pula dengan kemampuan layannya untuk diakses dengan VPN sebagaimana Telegram. Demikian dilansir TechCrunch (23/4).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: