Google kembali hapus 85 aplikasi mengganggu dari Play Store

Adware yang dikenal sebagai AndroidOS_Hidenad.HRXH terdapat pada aplikasi fotografi dan gim yang ternyata sudah diinstal lebih dari 8 juta kali di toko aplikasi tersebut. 

Google kembali hapus 85 aplikasi mengganggu dari Play Store Source: Google

Google akhirnya menghapus 85 aplikasi dari Google Play Store. Berdasarkan temuan para peneliti di Trend Micro, aplikasi tersebut mengandung adware yang mengganggu di dalamnya. Adware yang dikenal sebagai AndroidOS_Hidenad.HRXH terdapat pada aplikasi fotografi dan gim yang ternyata sudah diinstal lebih dari 8 juta kali di toko aplikasi tersebut. 

Dilansir dari Engadget (17/8), aplikasi itu memanfaatkan fungsi dasar smartphone Android. Aplikasi itu akan mendeteksi fungsi ketika pengguna membuka smartphone mereka. Nantinya, akan muncul iklan berdurasi hingga lima menit. Parahnya, iklan yang ditampilkan itu sulit untuk dilewati begitu saja. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Google akan luncurkan Pixel 4 dan Pixel 4 XL pada 15 Oktober

Ini dia bocoran fitur kamera Google Pixel 4

Pixel 4a bakal rilis bersamaan Pixel 4


Tak hanya itu, aplikasi itu akan mengganti ikon mereka menjadi sebuah shortcut. Jadi ketika pengguna menghapus ikon tersebut, sebenarnya yang dihapus hanyalah shortcut aplikasi itu. Aplikasinya sendiri masih akan terpasang di smartphone dan terus memunculkan iklan yang mengganggu. 

Trend Micro menyatakan bahwa aplikasi ini hanya mempengaruhi smartphone Android dengan sistem operasi lebih lawas dari Android 8 Oreo. Pasalnya di Android 8, aplikasi harus meminta izin kepada penggunanya untuk mengakses smartphone pengguna. Jika ternyata aplikasi itu meminta izin untuk membuat shortcut, pengguna dapat menolaknya. 

Google sebenarnya terus berusaha untuk mencegah aplikasi semacam ini dapat diunggah para penggunanya. Kendati begitu, laporan terus bermunculan. Oleh karena itu, penting untuk melihat review sebuah aplikasi di Google Play Store. Biasanya para pengguna akan memberikan ulasan bahwa aplikasi tersebut mengandung iklan yang mengganggu. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: