sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
Selasa, 21 Jul 2020 14:18 WIB

Sambut Hari Anak Nasional, Google hadirkan program Tangkas Berinternet

Google bersama KemenPPPA RI dan Yayasan Sejiwa hadirkan program "Tangkas Berinternet" untuk menyambut Hari Anak Nasional pada 23 Juli.

Sambut Hari Anak Nasional, Google hadirkan program Tangkas Berinternet
Source: Be Internet Awesome

Google Indonesia bersama dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI (KemenPPPA RI) dan Yayasan Sejiwa menyelenggarakan webinar “Tangkas Berinternet: Membantu Keluarga Mempraktikkan Keamanan Berinternet dan Membangun Kebiasaan Digital yang Baik”. Ini dihadirkan untuk menyambut Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang. 

Tangkas Berinternet merupakan sebuah program global literasi digital dan keamanan online yang dijalankan oleh Google, untuk meningkatkan keamanan berinternet anak-anak. Program Tangkas Berinternet ini juga memuat beberapa materi ajar untuk guru dan orang tua, situs terkait literasi digital, dan permainan berbasis web, Interland, yang dapat membantu mengajarkan konsep literasi digital kepada anak-anak dengan bantuan guru dan orang tua. 

"Di Google kami percaya anak-anak harus dapat terlindungi agar dapat mengoptimalkan manfaat baik teknologi, sementara orang tua juga merasa percaya diri membiarkan mereka menjelajah online. Kami memfokuskan upaya kami pada tiga pilar. Pertama, membangun produk-produk inovatif yang memberi pengalaman dan perlindungan yang sesuai dengan usia dan membantu keluarga membangun kebiasaan digital yang baik dan sesuai dengan mereka. Kedua, menerapkan kebijakan yang memungkinkan kami untuk menanggapi tren baru dan berkembang. Ketiga, memberdayakan orang tua dan pengajar dengan menciptakan program yang membantu anak-anak membangun literasi digital dan kebiasaan digital yang baik agar dapat membantu mereka menjadi penjelajah dunia online maupun offline yang cerdas, cermat, tangguh bijak dan berani," kata Head of Public Affairs, Asia Tenggara, Google Asia Tenggara, Ryan Rahardjo. 

Google juga telah menghadirkan fitur-fitur untuk membantu keluarga dan pengajar dapat secara optimal memanfaatkan kebaikan internet dari konten dan aplikasi berkualitas. Ini termasuk aplikasi Family Link dari Google, yang membantu orang tua menciptakan kebiasaan yang sehat untuk anak mereka yang masih kecil maupun yang sudah remaja dan mengawasi anak saat menggunakan internet di sebagian besar perangkat Android atau Chromebook. 

Selain itu, terdapat fitur SafeSearch di Google dan Mode Terbatas di YouTube untuk membantu menyaring konten tidak pantas dari hasil pencarian. Diketahui orang tua dapat mengaktifkan fitur ini untuk akun anak yang diawasi melalui aplikasi Family Link untuk mengontrol konten yang dapat dilihat anak. 

Bukan hanya itu, terdapat pula tab ‘Keluarga’ (Family) di Google Play, yang mengumpulkan aplikasi yang telah diberikan label rating konten aplikasi dan permainan untuk membantu memahami tingkat kedewasaan konten aplikasi. Google juga memiliki fitur ‘Kontrol Orang Tua’ (Parental Controls), yang dapat membatasi jenis konten yang dapat diunduh atau dibeli dari Google Play berdasarkan tingkat kedewasaan.

Selain beragam fitur di Google Play Store, YouTube Kids juga didesain khusus untuk anak-anak, tetapi orang tua akan tetap memiliki kontrol. Aplikasi ini menggunakan kombinasi antara filter, masukan pengguna, dan moderator konten untuk memastikan video di YouTube Kids bersifat ramah keluarga, sehingga anak dapat menjelajahi katalog konten dalam lingkungan yang lebih aman. Sebagai informasi, YouTube Kids sekarang bisa diakses melalui desktop di 79 negara, termasuk Indonesia. 

Share
×
img
×
tekid
back to top