sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id poco
  • partner tek.id telkomsel
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id realme
Senin, 15 Apr 2024 07:50 WIB

Google Cloud Next 2024: Transformasi menuju era generatif AI

Google Cloud Next melakukan demo yang bertujuan untuk mengilustrasikan keunggulan solusi-solusi kecerdasan buatan yang ditawarkan oleh Google.

Google Cloud Next 2024: Transformasi menuju era generatif AI
Sumber: Google

Google Cloud Next yang digelar di Las Vegas minggu ini menjadi pusat perhatian bagi 30.000 peserta yang hadir untuk menyaksikan terobosan terbaru dari Google Cloud. Namun, sorotan utama acara tersebut justru tertuju pada kecerdasan buatan generatif, sementara teknologi cloud inti tampaknya dikesampingkan.

Dikutip dari techcrunch.com (15/4), Google, yang dikenal sebagai vendor infrastruktur dan platform cloud terkemuka, memperkenalkan sejumlah peningkatan kecerdasan buatan yang dirancang untuk memberdayakan pelanggan dalam memanfaatkan model bahasa besar (LLM) Gemini serta meningkatkan produktivitas di seluruh platform. Namun, meskipun demikian, penekanan yang terlalu kuat pada kecerdasan buatan generatif membuat beberapa elemen inti dari layanan cloud Google terabaikan.

Pengumuman-pengumuman tersebut disertai dengan serangkaian demo yang bertujuan untuk mengilustrasikan keunggulan solusi-solusi kecerdasan buatan yang ditawarkan oleh Google. Namun, banyak di antara demo tersebut terasa terlalu sederhana dan berfokus pada contoh-contoh yang hanya relevan dalam ekosistem Google, sementara kenyataannya hampir setiap perusahaan memiliki sebagian besar data mereka di luar platform Google.

Kepala Praktisi Deloitte, Kashif Rahamatullah, menegaskan bahwa kesuksesan implementasi kecerdasan buatan bergantung pada kualitas data yang tersedia. "Jika data tidak tersusun dengan baik, akan sulit untuk mengoptimalkan penggunaan kecerdasan buatan generatif," ungkap Kashif Rahamatullah.

Kecerdasan buatan generatif memang menawarkan berbagai potensi, mulai dari pembuatan kode hingga analisis konten yang kompleks. Namun, dalam upaya membangun alat kecerdasan buatan berdasarkan model Google, Google tampaknya mengabaikan beberapa hambatan yang mungkin muncul dalam implementasi teknologi canggih ini, khususnya dalam lingkungan organisasi besar.

Para eksekutif dan profesional IT yang menghadiri acara Google Cloud Next mungkin berharap mendapatkan wawasan terbaru mengenai layanan cloud Google. Namun, dominasi penuh Google pada topik kecerdasan buatan dapat membuat beberapa peserta yang belum siap secara digital merasa tercengang. 

Proses adaptasi penuh terhadap teknologi kecerdasan buatan ini kemungkinan akan membutuhkan waktu yang cukup lama bagi organisasi yang belum siap secara digital, di luar solusi-solusi yang lebih terstruktur yang ditawarkan oleh Google dan vendor lainnya.

Share
×
tekid
back to top