Gara-gara Broadcom, Qualcomm segera PHK karyawan

Qualcomm telah memulai rencana untuk memangkas karyawan sebagai jawaban pemangkasan biaya tahunan senilai USD1 miliar

Gara-gara Broadcom, Qualcomm segera PHK karyawan (Foto: Shuttestock)

Qualcomm telah memulai rencana untuk memangkas karyawan sebagai jawaban pemangkasan biaya tahunan senilai USD1 miliar. Langkah ini merupakan bagian dari janji Qualcomm kepada investor sebagaimana dinyatakan perusahaan tersebut.

"Qualcomm melakukan pengurangan tenaga kerja full time dan karyawan kontrak," kata juru bicara Qualcomm singkat. Sumber tersebut juga enggan mengungkap berapa jumlah karyawan yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).


berita tentang tek.id

BACA JUGA

CEO Qualcomm akui perusahaan mereka baik-baik saja meski ada perang dagang Amerika-Tiongkok

Snapdragon 865, muncul di smartphone misterius buatan Sony

Qualcomm akan bawa modem 5G ke chipset Snapdragon seri 6 dan 7


Meski Qualcomm telah mengevaluasi keputusan tersebut, juru bicaranya mengatakan bahwa pemangkasan karyawan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan dan kesuksesan jangka panjang. Qualcomm pun menyatakan bahwa karyawan yang terdampak PHK mendapatkan tawaran pesangon. 

Produsen chip tersebut diketahui mempekerjakan sekitar 33.800 karyawan full time, paruh waktu, dan kontrak hingga 24 September. Keputusan PHK ini terbilang keputusan yang besar sehingga Qualcomm haru memberikan pemberitahuan dengan negara bagian California.

Januari lalu Qualcomm mengatakan akan menerapkan serangkaian pengurangan yang ditargetkan di seluruh bisnis guna menghemat USD1 miliar dari biaya tahunan, sebagai bagian dari upaya perusahaan untuk memenangkan dukungan investor terkait tawaran dari Broadcom.

Broadcom amat serius ketika mengajukan tawarannya untuk membeli Qualcomm. Perusahaan yang kini dipimpin Hock Tan tersebut bahkan meningkatkan tawarannya ketika Qualcomm menolak untuk kali pertama.

Meski upayanya begitu gigih, langkah Broadcom terhenti ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melarang transaksi tersebut terjadi. Qualcomm pun memang tetap pada pendiriannya untuk tidak menerima tawaran Broadcom.

Sejak tawaran itu terhenti, Qualcomm telah meningkatkan operasi bisnisnya. Berkat langkah tersebut, Qualcomm juga mencatatkan pertumbuhan laba yang meningkat. Demikian dilansir Reuters (19/4).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: