Fujifilm GFX100 punya resolusi 102 MP, dibanderol Rp144 juta

Lantaran memiliki resolusi 102 MP, maka GFX100 memegang predikat kamera mirrorless dengan resolusi tertinggi.

Fujifilm GFX100 punya resolusi 102 MP, dibanderol Rp144 juta

Fujifilm baru saja mengenalkan kamera medium format terbaru mereka dengan nama GFX100. Memiliki sensor berukuran lebih besar dibandingan dengan kamera format full-frame, Fujifilm GFX100 memiliki resolusi tinggi 102 MP. Dilansir dari PetaPixel (22/5), kamera tersebut diklaim sebagai pengubah permainan dalam teknologi dan kemampuan kamera digital.

Sensor yang memiliki ukuran diagonal 55 mm bertipe CMOS dengan basis teknologi Backside-Illuminated (BSI). Format sensor ini sama seperti ukuran medium format GFX 50S dan GFX 50R. Sebagai perbandingan, full-frame sensor 35 mm memiliki ukuran diagonal 43 mm.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Sony umumkan kamera mirrorless full-frame a9 II

Tiga lensa mirrorless full-frame Canon sambangi Indonesia

Nikon Z50 akan hadir dengan sensor APS-C


Lantaran memiliki resolusi 102 MP, maka GFX100 memegang predikat kamera mirrorless dengan resolusi tertinggi. Kepekaan pada sensor yang diusungnya adalah ISO 100-12800. Kamera ini diinformasikan sebagai kamera digital dengan sensor lebih besar dari full-frame yang memegang stabilisasi gambar di dalam body (IBIS) serta phase detection hybrid AF dengan cangkupan hampir 100 persen. IBIS yang dipegangnya menawarkan 5 arah stabilisasi.

Sistem phase detection hybrid AF menggunakan 3,76 juta piksel phase detection hampir di seluruh sensor, sehingga memungkinkan para fotografer melakukan fokus subjek di manapun asalkan di dalam frame.

Fujifilm merancang GFX100 dengan bodi yang cukup tangguh karena dilengkapi dengan 95 poin penutup tahan cuaca. Dengan demikian kamera ini menjanjikan ketahanan terhadap air dan debu. Material magnesium pada bodinya juga ringan dan sangat kuat. Ini merupakan kamera dari keluarga GFX yang terintegrasi dengan vertical grip.

Pada bagian belakang, GFX100 dilengkapi dengan layar LCD berukuran 3,2 inci beresolusi 2,36 juta dot. Layar LCD tersebut dilengkapi pula dengan teknologi panel sentuh demi memudahkan akses menu dan lainnya. Layar ini dilengkapi dengan engsel yang memungkinkannya bergerak dalam tiga arah.

Selain via layar LCD, fotografer juga dapat membidik subjek via electronic viewfinder (EVF). Fujifilm merancang EVF dapat dilepas agar bodi GFX100 memiliki form factor yang lebih kecil. Uniknya, EVF ini dapat diputar dan dilipat ke atas sehingga memberikan keleluasaan fotografer pada saat memotret.

Meski menyajikan sensor yang besar, GFX100 memiliki bodi yang setara dengan DSLR full-frame. Dimensi yang dipegangnya adalah 5,15 x 6,44 x 4,05 inci dan berbobot hanya 1,36 kilogram. Sebagai perbandingan, Canon 1D X Mark II memiliki ukuran 6,2 x 6,6 x 3,3 inci dan berbobot 1,53 inci.

Dari sisi video, GFX100 merupakan kamera mirrorless dengan sensor medium format pertama yang menawarkan perekaman 4K30p. Kamera ini juga dapat merekam dalam F-Log Rec 2020 dan video 4:2:2 10 bit melalui port HDMI.

Fitur pendukung dan spesifikasi lain meliputi slot SDXC ganda, port USB-C, jack microfon/headphone, konektor remote 2,5 mm, 16 mode Film Simulation, chip X-Processor, RAW 16 bot, konektivitas Wi-Fi/Bluetooth, dan sebagainya. GarHarga yang dilempar untuk kamera GFX100 adalah USD10.000 (Rp144 juta).

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: