sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id asus
Senin, 25 Jan 2021 13:16 WIB

Fakta Poco M3 lebih baik dibanding entry-level lainnya

POCO M3 memang kembali mengejutkan pasar dengan spesifikasi yang dibawanya serta banderol harga yang terjangkau. Berikut penjelasan sebaik apa perangkat ini dibanding para pesaingnya di pasaran.

Fakta Poco M3 lebih baik dibanding entry-level lainnya

Xiaomi sudah secara resmi merilis ponsel Poco M3 untuk pasar Indonesia. Ponsel ini ditujukan untuk segmen entry level. Yakin dengan spesifikasi yang diberikannya cukup tinggi untuk kelas tersebut, Xiaomi menjuluki Poco M3 dengan “The new entry level killer”. Untuk memperjelas klaim tersebut, artikel ini akan menunjukkan perbandingan antara Poco M3 si Entry Killer” dengan salah satu smartphone entry-level yang ada di pasar, yakni vivo Y30.

Hardware

Prosesor yang digunakan pada Poco M3 adalah Qualcomm Snapdragon 662. Sedangkan Vivo membekali ponsel vivo Y30 dengan prosesor MediaTek Helio P35. Kedua prosesor tersebut memang sama-sama dilengkapi dengan delapan inti. Namun, ada perbedaan ukuran fabrikasi, di mana Snapdragon 662 memiliki basis pabrikasi 11nm, sedangkan Helio P35 memiliki pabrikasi 12nm.

Sebagai catatan, semakin kecil fabrikasi, maka semakin banyak transistor yang bisa ditanam dalam sebuah prosesor. Ini berujung pada performa yang semakin kencang, transistor yang lebih kecil juga membutuhkan daya yang semakin rendah.

Dari sisi RAM dan penyimpanan internal, Poco M3 hadir dengan 2 varian. Varian pertama hadir dengan besaran RAM 4 GB dengan kapasitas storage 64 GB. Sementara varian satu lagi berbekal RAM 6 GB dan storage 128 GB.

Poco M3

Sedangkan vivo Y30 hadir dengan hanya 1 varian, yaitu RAM 4 GB serta penyimpanan internal sebesar 128 GB. Dengan demikian, Poco M3 hadir dengan pilihan yang lebih sesuai dengan kebutuhan pengguna.

vivo Y30

Dari sisi audio, Poco M3 hadir dengan sistem speaker stereo. Artinya, ponsel terbaru keluaran Xiaomi ini hadir dengan sistem speaker ganda, yang terletak di sisi kanan dan kiri (ketika ponsel sedang dalam orientasi lanskap. Di sisi lain, vivo Y30 dilengkapi dengan hanya 1 speaker, begitu juga beberapa seri dari brand kompetitor. Seperti yang kita ketahui, efek stereo pada ponsel dapat meningkatkan pengalaman saat mendengarkan musik, menonton film, atau bahkan bermain gim.

Layar

Mungkin salah satu perbedaan yang menonjol antara Poco M3 dan beberapa ponsel entry-level di pasaran termasuk vivo Y30 adalah bagian layarnya. Ini dikarenakan keduanya memiliki ukuran yang yang berbeda, di mana Poco M3 memiliki ukuran 6,53 inci dan vivo Y30 memiliki layar ukuran 6,47 inci. Kedua layar ponsel ini memiliki aspect ratio yang sama, yaitu 19.5:9.

Perbedaan dalam hal layar lainnya adalah resolusinya, Poco M3 memiliki resolusi 1080 x 2340 piksel (Full HD+), sementara resolusi layar Y30 720 x 1560 piksel. Ini berarti layar Poco M3 memiliki resolusi yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan vivo Y30. Resolusi yang tinggi akan berujung pada tampilan konten yang lebih tajam, sehingga lebih asyik digunakan untuk menonton film atau bermain gim.

Sisi yang sama mengenai layar kedua ponsel tersebut adalah teknologi panel layar yang digunakannya. Baik Poco M3 dan vivo Y30 menggunakan panel LCD dengan basis IPS. Oleh karenanya, kedua ponsel ini memiliki warna yang stabil meski dilihat dari samping. Tetapi Poco M3 dilapisi dengan Gorilla Glass 3 pada layarnya, sehingga menjadikannya lebih tahan terhadap benturan maupun goresan.

Kamera

Ketika berbicara jumlah kamera belakang, vivo Y30 memang lebih unggul. Ponsel ini mengusung 4 kamera yang terdiri dari kamera utama berlensa lebar dengan resolusi 13 MP, kamera lensa ultra lebar beresolusi 8 MP, kamera makro 8 MP, dan terakhir kamera depth sensor 2 MP.

Di sisi lain, Poco M3 memang hanya memiliki kamera belakang 3 buah. Hanya saja, Poco M3 mengusung kamera utama berlensa lebar dengan resolusi 48 MP, kamera makro beresolusi 2 MP, dan kamera depth sensor 2 MP. Meski Poco M3 tidak memiliki lensa ultra lebar, pengguna tetap dapat menggunakan mode panorama untuk memotret pemandangan yang luas. Dengan resolusi kamera utama yang lebih tinggi, Poco M3 menjanjikan detail yang lebih tajam dan aman untuk dicetak pada kertas foto berukuran besar.

Baterai

Satu lagi perbedaan yang signifikan antara Poco M3 dan vivo Y30 adalah terletak di kapasitas baterainya. Dengan kapasitas baterai sebesar 6000mAh, Poco M3 jelas jauh mengungguli beberapa varian smartphone di segmen tersebut.

Semakin besar kapasitas baterai, maka semakin besar pula ukurannya. Namun untungnya, karena memiliki ukuran layar yang cukup lebar (6,53 inci), maka modi Poco M3 tidak terlalu tebal.

Dari sisi dimensi, ponsel buatan Xiaomi tersebut berukuran 162,3 x 77,3 x 9,6 mm, dan untuk Vivo Y30 memiliki ukuran dimensi 162 x 76,5 x 9,1 mm. Dan meskipun memiliki kapasitas baterai lebih besar, bobot Poco M3 hanya 198 gram.

Kedua ponsel dari Xiaomi dan vivo tersebut juga memiliki dukungan pengisian cepat atau fast charging. Tetapi faktor yang menjadikannya berbeda terletak di dayanya. Poco M3 hadir dengan sistem fast charging 18W, sedangkan vivo Y30 hadir dengan sistem fast charging 10W. Secara spesifikasi, dikarenakan oleh besaran dayanya lebih tinggi, meskipun kapasitas baterainya lebih besar, di atas kertas Poco M3 akan terisi lebih cepat.

Harga

Jika membandingkan ponsel, rasanya ada yang kurang jika tidak menyertakan perbandingan harga. Untuk varian RAM 4 GB / ROM 64 GB, Poco M3 dijual di pasar Indonesia dengan harga Rp1.799.000. Sedangkan untuk model RAM 6 GB / ROM 128 GB dibanderol dengan Rp2.199.000. Ini jauh lebih terjangkau daripada Vivo Y30 dengan dipasarkan pada harga Rp2.799.000.

Sesuai klaim Xiaomi, Poco M3 memang tidak belebihan jika diberi nama “The new entry level killer”. Varian tertinggi Poco M3 (RAM 6 GB / ROM 128 GB) masih lebih murah jika dibandingkan dengan Vivo Y30 dengan hanya RAM 4 GB (Rp2.799.000). Sebagai catatan, RAM lebih besar akan memungkinkan performa lebih lancar, misalnya saat pertama kali membuka aplikasi serta saat melakukan muiltitasking.

Bukan cuma kapasitas RAM, tetapi resolusi layar Poro M3 juga lebih unggul pada Full HD+. Sebagai catatan, resolusi tinggi Full HD+ kebanyakan terdapat di ponsel kelas menengah. Namun meski termasuk ke dalam entry-level, Poco M3 memiliki layar dengan detail lebih tajam dibandingkan dengan kebanyakan ponsel di kelasnya.

Ingin memotret menggunakan resolusi tinggi? Poco M3 memiliki sensor kamera utama dengan 48 MP. Hasil foto dari ponsel ini memiliki detail hampir 4x lipat jika dibandingkan dengan Vivo Y30.

Hal yang tidak kalah penting adalah kapasitas baterai Poco M3 adalah 6.000 mAh. Dengan demikian pengguna dapat menggunakan ponsel dengan kebutuhan apapun tanpa harus khawatir baterainya cepat habis. Selain itu, pengguna akan merasakan pengisian cepat lantaran Poco M3 hadir dengan sistem pengisian baterai cepat berdaya 18W.

Editor
Share
×
tekid
back to top