Elon Musk Umumkan Proyek “Terafab”, Pabrik Chip Raksasa Senilai Ratusan Triliun untuk AI dan Luar Angkasa
Elon Musk umumkan Terafab, pabrik chip terbesar dunia untuk Tesla, SpaceX, dan xAI guna kejar kebutuhan AI dan komputasi masa depan.
Terafab, proyek pabrik chip Elon Musk. dok. Terafab
Elon Musk kembali membuat gebrakan di industri teknologi dengan mengumumkan proyek ambisius bernama Terafab, yang diklaim sebagai fasilitas produksi chip terbesar di dunia.
Proyek ini merupakan kolaborasi antara Tesla, SpaceX, dan xAI, dengan tujuan utama memenuhi kebutuhan komputasi masif untuk pengembangan kecerdasan buatan, robotika, hingga teknologi luar angkasa.
Dalam siaran langsung di platform X, Musk menyebut Terafab sebagai langkah krusial untuk menjawab keterbatasan pasokan chip global yang saat ini belum mampu mengimbangi kebutuhan perusahaan-perusahaannya.
“Kita harus membangun Terafab atau kita tidak akan punya chip. Dan kita butuh chip, jadi kita akan membangunnya,” ujar Musk.
- Microchip Rilis Firmware Khusus untuk Embedded Controller NVIDIA DGX Spark
- Cisco Luncurkan Router 51,2 Tbps Bertenaga Chip Silicon One P200, Diklaim Paling Efisien untuk Era AI
- Apple dan Tesla Disebut Jajaki Penggunakan Substrat Kaca Untuk Chip Generasi Berikutnya
- Microchip Rilis Switch Gigabit Ethernet Baru, Andalkan TSN, AVB, dan Redundansi untuk Industri
Menurutnya, kapasitas produksi dari mitra industri seperti Samsung, TSMC, dan Micron saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 2% dari kebutuhan komputasi masa depan Tesla dan SpaceX.
Terafab ditargetkan mampu menghasilkan hingga satu terawatt kapasitas komputasi per tahun, sebuah angka yang jauh melampaui standar industri saat ini. Proyek ini diperkirakan menelan investasi sedikitnya 20 miliar dolar AS atau sekitar Rp330 triliun.
Tahap awal pembangunan akan dimulai di Austin, Texas, AS yang juga menjadi basis utama Tesla.
Dalam pengembangannya, Terafab akan memproduksi dua jenis chip: chip untuk kebutuhan di bumi seperti sistem Full Self-Driving dan robot humanoid Optimus, serta chip dengan spesifikasi lebih tinggi untuk aplikasi luar angkasa.
Langkah ini juga sejalan dengan rencana SpaceX yang sebelumnya mengajukan proposal peluncuran hingga satu juta satelit guna membangun “pusat data orbital” di luar angkasa.
Meski terdengar visioner, proyek ini juga memunculkan keraguan. Musk dikenal memiliki rekam jejak proyek ambisius yang tidak selalu berjalan sesuai rencana, seperti Hyperloop dan target kendaraan otonom penuh.
Namun demikian, Terafab tetap menjadi sinyal kuat persaingan di industri semikonduktor dan AI akan semakin intens, dengan perusahaan teknologi besar mulai membangun rantai pasok chip mereka sendiri.









