sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id advo
Senin, 06 Apr 2020 05:51 WIB

Edge jadi browser terpopuler kedua setelah Chrome

Browser lawas dari Microsoft bisa dikatakan memiliki reputasi sebagai perangkat lunak yang orang-orang gunakan hanya untuk mengunduh peramban lain seperti Chrome.

Edge jadi browser terpopuler kedua setelah Chrome
Source: Microsoft

Upaya keras Microsoft pada browser Edge berbasis Chromium tampaknya tidak sia-sia, setidaknya dalam jangka pendek. Pasalnya, Edge sekarang menjadi peramban web desktop terpopuler kedua berdasarkan jumah pengguna, sebagaimana diinformasikan oleh Bleeping Computer. Sedangkan NetMarketShare memberitakan perangkat lunak tersebut hampir 7,6% menguasai pasar pada bulan Maret 2020.

Dilansir dari Engadget (6/4), angka tersebut telah melampuai penggunaan browser Mozilla Firefox yang menurun hampir 7,2%. Namun, jumlah pengguna Microsoft Edge masih jauh di belakang Chrome dengan 68,5%. Terlepas dari itu, pangsa pasar sebanyak 7,6% milik Edge dapat dikatakan kemajuan yang bagus mengingat peramban tersebut belum berusia tiga bulan.

Sebenarnya tidak sulit untuk memahami mengapa Edge dapat tumbuh begitu cepat. Statusnya sebagai peramban bawaan Windows cukup membantu, seperti halnya pengaruh Microsoft. Namun, ini juga membantu bahwa versi berbasis Chromium menghilangkan banyak keluhan tentang versi lama Edge yang berbasis mesin buatan Microsoft sendiri, seperti kompatibilitas, kecepatan dan jangkauan ekstensi yang tersedia.

Peramban lawas dari Microsoft bisa dikatakan memiliki reputasi sebagai perangkat lunak yang orang-orang gunakan hanya untuk mengunduh peramban lain seperti Chrome. Sekarang, tampaknya performa Edge cukup baik sehingga mungkin tidak memerlukan peramban lain.

Ini bukan berarti Google perlu khawatir. Meski Edge memang mendorong orang-orang untuk menggunakan layanan Microsoft di atas Google, basis engine-nya juga mengonsolidasi kekuatan Chromium di web. Para pengembang mungkin kurang berminat untuk membangun situs yang benar-benar independen dari basis mesin milik Google.

Share
back to top